Program Itu Bernama Manusia
Aku hanya ingin kamu tahu kalau ada orang yang entah mengapa, ingin sekali membunuh paling tidak satu orang dalam hidupnya. Ia ingin tahu bagaimana rasanya merenggut nyawa seseorang dengan tangan sendiri, tetapi ia tahu bahwa sebetulnya itu tidak baik.
Aku hanya ingin kamu tahu kalau ada orang yang entah mengapa, ingin sekali membuat orang lain menjadi tidak aman, misalnya dengan cara mendorong orang yang tak dikenal ke jalan raya agar ditabrak mobil atau mendorong seseorang supaya jatuh dari angkutan umum.
Aku hanya ingin kamu tahu kalau ada orang yang entah mengapa, senang sekali melihat darah mengalir dari luka di tubuhnya. Ia ingin merusak dirinya, baik itu untuk memuaskan dirinya, untuk meredam emosinya, ataupun untuk menghukum dirinya atas kesalahan yang telah ia lakukan.
Aku rasa, kamu punya cerita sendiri yang bisa masuk ke dalam cerita ini. Kamu punya frasa, klausa, kalimat, bahkan paragraf sendiri yang bisa melengkapi cerita ini. Tidak perlu dituliskan.
Kita adalah makhluk biologis-kimiawi-fisis yang memiliki mekanisme alamiah untuk bertahan hidup sebagai individu maupun populasi (spesies). Mekanisme itulah yang membuat kita bertahan dan mempertahankan orang-orang di sekitar kita sampai saat ini. Altruisme kita lakukan secara instingtif untuk mempertahankan spesies manusia. Kita berpikir karena ada informasi sebelumnya yang telah masuk melalui sensor, reseptor, dan membentuk pola-pola sedemikian rupa sehingga menjadi algoritma-algoritma baru untuk mengambil keputusan. Program itu terus berkembang seiring bertambahnya informasi yang masuk--tanpa kita sadari. Program itu terbatas sekaligus tidak terbatas. Program itu dibatasi oleh kemampuan kalkulasi, usia, dan algoritma dari program sebelumnya. Program itu tidak terbatas karena tertanam di dalam diri kita, sehingga sangat sulit untuk kita pahami, identifikasi, dan amati. Ketika kita mengamati program kita sendiri, maka tentu terjadi observer effect. Ada perubahan yang akan terjadi pada objek yang kita amati. Pengukuran gagal dilakukan.
Setiap manusia memiliki komponen perangkat keras yang berbeda-beda dan learning information yang berbeda-beda, akibatnya program kita menjadi berbeda-beda. Ada yang menjadi seperti aku, kamu, dan mereka: kita yang telah aku tuliskan dalam cerita ini maupun yang belum. Lengkapi ceritamu sendiri.
Comments
Post a Comment