Posts

Showing posts from August, 2016

Langitku, Langit Kita

Barangkali bintang tak selalu berkilau dan rembulan tak selamanya tampak bersinar lembut; awan kelabu kerap menyelimuti keduanya. Barangkali birunya langit sering kita lupakan karena sibuk mengurusi teriknya mentari. Barangkali hujan tak seromantis itu dan pelangi tak suka pamer keindahannya meski kita rindukan. Langit tak sekadar itu, kawan. Aku mencintai langit karena ialah payung yang membentang; menghubungkan kita dimanapun kita berada. Aku mengagumi langit karena ia amat patuh kepada Penciptanya, hanya bertingkah setiap menerima perintah-Nya. Tak semena-mena meraung saat dirusak makhluk-makhluk berakal; langit selalu sabar dan memesona. Seandainya gelap, subuh, terik, senjanya langit dapat kusimpan dan kupajang sebagai penghias kamarku. Mungkin aku akan membuka semua pintu dan jendela lebar-lebar untuk menikmati angin dan suara dari luar sembari menatap langit itu. Langit-langit kamar yang rupaya hanya menampilkan langit mimpiku. Aku rindu langit Aku rindu menatap langit d...

Cerita Rumput di Halaman

17 Agustus 2016. Hari ini, tepat 71 tahun Indonesia merdeka. Tetapi aku bukannya mau menulis soal itu. Di saat orang-orang upacara kemerdekaan, aku justru bercengkrama di rumah. Cukup bagiku tirakatan di kampus tadi malam; aku menjalin tali silaturahim dengan orang-orang sekaligus makan gratis. Atau mungkin kebalikannya. Demi tulisan yang baik, diperlukan ide-ide yang mampu menghidupkan suatu bacaan. Dan ide-ide itu, sebenarnya tersebar dimana-mana, maka aku berpikir untuk keluar dari rumah dan mengumpulkan ide-ide yang berceceran dan siap untuk diserap. Aku memulai perjalanan terdekatku ke halaman belakang rumah. Di halaman rumah yang baru kutinggali selama kurang lebih dua bulan ini, pohon bambu tumbuh menjulang dan menebarkan dedaunan keringnya. Berkat bambu-bambu inilah aku mempunyai pekerjaan hari ini: menyapu halaman rumah dari daun bambu yang berserakan. Sapu yang kugenggam dengan tanganku ini kugerakkan dengan arah bolak-balik, menyeret dedaunan itu. Setidakny...

Jawabanku: Tentang Mimpi

     Di bawah langit berawan, tidak cerah dan tidak hujan. Warna langit itu putih dihias gumpalan abu-abu, tidak jernih, sama seperti apa yang bergumul di kepalaku.      Apakah sebegitu pentingnya arti mimpi, cita-cita, dan target yang konkret dan terstruktur dalam hidup? Bukankah kita tidak tahu, akan sampai kapan nafas ini masih bisa berembus. Boleh jadi nanti sore jantung ini tidak lagi berdetak.      Apakah yang tak berencana berarti tak berpikir? Tidak, dan setiap orang punya takdirnya masing-masing. Aku pun berhak berjuang, mendekat pada Tuhanku dan mencintai ciptaan-Nya tanpa perlu menggantung mimpi-mimpi di depan mataku yang hanya akan membutakanku dari sudut-sudut lain yang boleh jadi akan menjadi penolongku, atau mungkin itu adalah pintu buatku menuju babak berikutnya.      Izinkanlah, biarkanlah mimpi itu menjadi penghias malam hariku. Supaya terkubur dalam alam bawah sadarku dan mengiringi tiap langkahku. Cukup...

Tidak Perlu Judul Untuk Alunan Ini

Image
Teng teng deng teng Jreng deng jreng deng jreng Ctak, jreng deng teng Apa yang kaudengar Belum tentu yang kaudengar Pun yang kaulihat Ini gitar kumainkan buatmu Tapi kau, apa kau mendengarnya?