Nona, Bersabarlah
Akhirnya, tiba juga pertemuan yang ditunggu-tunggu gadis itu. Sudah setahun lebih, gadis itu duduk di atas bangku kayu panjang menunggu kedatangan lelakinya. Tak sekalipun gadis itu memeriksa arlojinya, atau menekuk senyum penantiannya, bahkan sekadar memejamkan matanya. Ia telah bersolek demi kedatangan lelakinya semenjak lebih dari setahun yang lalu. Senyum itu telah disetelnya persis seperti saat pertama kali mereka bertemu sebelumnya. Di kepalanya, rangkaian kata-kata tak henti-hentinya ia susun sedemikian rupa sehingga ia takkan kehabisan pembicaraan saat bertemu lelakinya. Dan hari ini, detik ini: lelakinya datang. Betapa bermekaran bunga yang hampir layu di hatinya itu. Gadis itu terdiam, menunggu lelakinya menyapa duluan. Sang Lelaki tidak berujar apapun, hanya diulurkannya tangannya untuk kemudian menggenggam lentik jemari Sang Gadis. Sang Gadis pun bangkit setelah setahun lebih tidak berpindah sedikitpun dari bangku itu; mereka berjalan bergandengan tangan tanpa percakap...