Posts

Showing posts with the label Ayati Rini

Ruangan Itu

Rini melangkahkan kakinya satu demi satu. Suara langkah kaki Rini memecah keheningan dan menuju sebuah ruangan. Ketika tepat berada di depan pintu ruangan yang ditujunya, Rini terdiam sebentar. Ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, mengapa kembali ke sini? Belum selesai pertanyaannya, batin Rini telah menjawabnya: karena aku rindu. Rini tidak mau menahan lebih lama lagi. Ia langsung membuka pintu ruangan itu. Ruangan itu gelap dan tak terlihat apa-apa. Debu-debu beterbangan ke luar, menyapu wajah Rini yang terhenyak di depan ruangan. Ruangan itu terasa asing. Rini ragu tentang apa yang ada di dalam ruangan itu. Bukankah dulu ruangan itu ramai? Setidaknya, pernah ada dua-tiga orang di dalamnya. Rini ingat betul bagaimana Warni, Kaku, dan Mirat berbincang satu sama lain. Kini, ruangan itu kosong. Kemana lagi aku harus pergi? Rini memasuki ruangan itu; tangannya menyisir dinding supaya tidak terjebak di dalam kegelapan. Dinding ruangan itu penuh debu, seolah sudah lama tidak di...

Rumah Sakit (2)

PERHATIAN DILARANG MEREKAM DALAM BENTUK GAMBAR / VIDEO TANPA SEIZIN MANAJEMEN Peraturan itu tertulis begitu jelas dan tertempel di sepanjang lorong dan setiap ruangan. Untuk memastikan setiap orang dapat membacanya dengan jelas, tulisan itu dicetak dalam warna putih dengan latar belakang merah. Di sampingnya, terdapat gambar berbentuk rambu, seperti rambu dilarang parkir tetapi di dalamnya bukan tertulis huruf "P" melainkan gambar kamera. Yang penting bukan larangan merekam dalam bentuk tulisan atau ilustrasi, batin Rini. Sudah satu jam lebih delapan menit Rini menunggu namanya disebut. Ia sempat menunggu selama sekitar 40 menit di dalam, 20 menit di luar, dan sekarang ia kembali ke dalam lagi. Akhirnya ia kembali ke tempat ini juga--setelah satu minggu menunda dan enam hari bereksperimen dengan dirinya sendiri. Tempat ini masih dijaga oleh penjaga yang sama. Hanya saja, hari ini orang-orang tidak seperti sebelumnya. Sebelumnya, Rini menemui beberapa orang yang tamp...

Ingatan Muntah

Rini berlari ke kamar mandi setelah lambung dan kerongkongannya bersekongkol untuk menimbulkan perasaan mual. Bilik kamar mandi di kamar maupun di sekolahnya telah menjadi saksi bisu berbagai aktivitas Rini, salah satunya muntah . Dalam setiap muntahan, Rini mengingat masa-masa kecilnya yang tak jauh dari klinik, demam, dan ember untuk muntah. Penyakit yang dialaminya semasa kecil "hanyalah" kecapekan . Aktivitas fisik yang terlalu berat membebani dirinya lantaran katup jantungnya tidak sempurna. Kali ini, Rini bergulat dengan penyakit yang berbeda. Penyakit itu tidak menyerang secara langsung; ia mengendap-endap dari balik kegelapan. Penyakit itu menimbulkan candu bagi Rini. Penyakit itu memberi nikmat sekaligus pedih yang membunuhnya pelan-pelan, tetapi juga membawanya pada pelajaran-pelajaran baru setiap hari. Penyakit itu bernama depresi. Jika di masa kecil Rini selalu didampingi orang tuanya ketika sakit, kali ini ia tidak bisa betul-betul mengharapkan siapa-siapa. Or...