Posts

Showing posts from October, 2018

Happy Ending Drama

Image
Nobody knows what it exactly feels No one need to And if they so; then what? Everybody can say anything But they'll do nothing to change your life You are the one who standing in your own shoes You are the only one who can do something For your own sake And remember; everything you do Will bring you consequences Enjoy your pain Enjoy your sickness You are the one who say this many times: "No one would understand when you don't say anything." And now, you choose to be silent Because you're too afraid to be honest You're afraid to feel guilt You're afraid to lose them You're afraid to follow their order You're afraid for everything you don't know yet It's a gambling Now you have to make a choice. --I choose to be silent. Enjoy my pain Enjoy my sickness. Now, you have to realize that you have a lot of things that must be finished by yourself Don't let people suffer because of you Let's talk about thin...

Aku(tak)uat 2

akukuat kuat aku kuat akuku atakuku tak kuat akutak kuat akutakua akutakkuat aku tak kuat.

Aku(tak)ut

akutak takut akutaktakut kutaku akut akutaktakut akutakta akutakut akut akutakut akut akut kutak kutakut aku tak kut tak tak tak akuta kutakut kuta aku takut akutakut.

Dua yang Menjadi Satu

Duhai, sapaanmu membuatku takut Aku tidak berani menatapmu Tidak berani berbicara padamu Jangan tanya apapun Aku bukan yang dulu lagi Apakah aku tengah berusaha berlari? Apakah aku sedang bersembunyi Kemanakah bisa kuberlari? Kemanakah ku harus sembunyi Kupikir selama ini semesta mendukungku Atas gelora mudaku yang menggebu-gebu Mencari jalannya sendiri, menjauhimu Menuju keterasingan Kegamangan yang melenakan Keresahan yang penuh nikmat Aku resapi setiap hari Menjadi sakit yang tak terperi Pedihku Adalah kenikmatan yang aku cari Dustaku Pelindung fana yang mengobati Memberi nyeri yang menyenangkan Terus-menerus kabur Selalu saja berlari Seperti menghindari setan Padahal aku setannya Aku hantunya Yang mungkin lebih baik musnah saja 22/10.18

Judi

/1/ Mengapa tidak menjadi manusia seperti yang tidak kubenci? Mengapa tidak menjadi penyeimbang atas kerusakan yang menjalar? /2/ Apakah hidup ini perjudian? Setiap langkah dan pilihan Memiliki peluangnya masing-masing Mengapa tidak bertaruh saja? Bukankah hidup ini memang perjudian? Sebab kita tak pernah tahu Apa yang akan datang

1926

Di sela-sela kantukku Kuselipkan namamu Supaya dalam tidur nanti kita bertemu Saling tersenyum meski mimpi kelabu Supaya esok kaukan ceria Dalam hari-hari penuh tawa Supaya kita kan bersama Meski dalam air mata Haru Ini Berbuah apa? Jawabannya Semesta sembunyikan Dibawa kabur Sang Waktu (Sleman, 2018)

S

Sakau. Sakau Sakau Sakau Sakau. Melihat lukaku Sakau Melihat darahku Sakau Melihat gores di tanganku Sakau Menggoresnya Puas. Sakau. Sakau. Ini tidak baik. Sakau. Ini candu. Sakau. Tapi aku puas setelahnya. Sakau. Sakau. Luka di diriku. Pedih yang tersisa. Bekas merah. Gila. Sakau. Sakau. Tolong.

Lemah

Tuhan Kupanggil namaMu dalam derai Air mata yang bergulir Aku harus yakin atas segala pilihanku Tetapi aku lemah Tuhan, aku harus bagaimana? Melukai orang-orang di sekitarku Dengan menunjukkan kelemahanku? Tuhan, hanya Engkau yang takkan terluka Bila kutunjukkan kelemahanku Kebingunganku Ketidakyakinanku Tuhan, Engkaulah energi Yang mampu berkehendak menguatkanku Tuhan, kemana lagi aku harus mengadu? Hanya Engkau Tuhan Kupikir diri ini tak layak menghadapMu Tapi ini wujud kelemahanku Ketidaksempurnaanku Kemanusiaanku yang berbeda denganMu Segala teori itu takkan mampu Menjadikanku manusia sempurna Karena aku lemah, Tuhan Sekuat apapun aku berupaya Engkaulah penentu Dengan kelemahanku inilah Aku menghadapMu Jika boleh kuberdoa, kuatkanlah aku Kuatkanlah dirinya Izinkan kami memahami petunjukMu Pada waktunya nanti Saat Engkau menghendaki Yakinkanlah aku Keputusanku ini, atas izinMu Aku berharap tidak men...