Posts

Showing posts from October, 2016

Ada Cinta dalam Santapan Kita

Jika kau ingin melihat cinta Maka datang dan nikmatilah Setiap jengkal dari langit biru biru biru biru awan biru biru matahari biru awan biru awan awan awan biru biru biru biru biru biru awan awan biru biru biru cerobong cerobong    atap genting penutup rumah bagian atas langit-langit dengan sedikit sarang laba-laba ---------dinding saja--hanya dinding----------- ------seperti itu seterusnya sampai ketika------ ada aku................jendela................dan dirimu duduk..................jendela.................pun duduk menyantap makanan terlezat di atas piring ini ...di meja makan yang hanya ada kita berdua... kemudian kuucapkan: "Selamat makan, sayang." "Kau terlalu banyak berkhayal," katanya. Aku tertawa. Dia melahap makanannya duluan.

Sekita Denganmu, Sendiri Diriku

Selengkung pelangi yang kubalik, Demikianlah senyummu yang berwarna-warni Sekabut tanya makna wajahmu, Menyisakan aku yang tak tahu Apakah masih bisa kumelihatnya lagi? . Sehening malam tanpa rembulan Kini kita terjebak kebisuan Sesepi lembar tanpa aksara Terasa hambar sejemu mengecap udara Udara yang tawar Bahasa menjadi tidak familiar bagi kita saat ini. Yogyakarta

Antara Teman dan Rekan

Seharusnya tadi sore saya kuliah, tetapi dosen tidak datang. Sebagai akibatnya, mahasiswa melakukan berbagai macam aktivitas yang dikehendakinya. Ada yang pulang sebelum waktunya, mengerjakan tugas, menonton anime , mengobrol, hingga berfoto. Saya sendiri memilih untuk mengajak bicara salah seorang rekan di kelas saya yang sebelumnya belum pernah saya ajak ngobrol secara personal. Saya tahu ia bukan lulusan SMA di angkatan yang sama dengan saya; ia lulus setahun di atas saya. Ia bahkan sudah berkuliah di kampus ini pada fakultas yang berbeda sebelum akhirnya bertemu dengan saya dalam fakultas yang menerima kami melalui ujian seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2016 ini. "Kenapa ikut tes lagi? Dan kenapa masuk prodi (red. program studi) ini?" Tanya saya kepadanya. "Dari tahun lalu, aku memang memilih prodi ini sebagai pilihan pertama.. Tetapi jatuhnya di fakultas seberang, jadi kucoba jalani dulu, ternyata kurang cocok. Jadi daftar lagi tahun ini..." ...

Pernyataan, Ucapan

Di saat orang-orang ramai membuat vlog, ingin menjadi youtuber , aku justru ingin melanjutkan hobi yang telah lama kutinggalkan: menulis. Ya, rasanya dulu begitu mudah untuk menuangkan apa saja ke dalam rangkaian kata-kata, tanpa perlu memikirkan ini-itu seperti "Apakah tulisan ini cukup layak?", "Apakah cerita ini sudah cukup bagus?", "Apakah pesanku tersampaikan?", dan lain-lain. Mungkin cukup aneh karena dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini, aku telah mengisi blog ini dengan beberapa tulisan hasil 'nyampah' dari pikiran. Sebab tadinya, kupikir deklarasi semacam ini tidak akan dipentingkan oleh siapapun. Tetapi setelah kupikir-pikir lagi, mungkin tidak ada salahnya membuat pernyataan seperti ini. Oleh sebab itu, melalui entri ini, aku ingin meminta maaf sebelumnya karena mungkin setelah ini aku akan lebih rajin menyisihkan waktuku untuk mengisi blog ini dengan kicauan anak-anak pikiran yang berputar-putar di kepalaku dalam bentuk osil...

Risau

Image
Pagi di potret ini, bukan pagi ini, kok. Ini pagi yang kemarin Pagi ini, aku melewatkannya Tak masalah. *** Perempuan itu tidak mengerti. Ia tidak sadar bahwa selama ini laki-laki yang selalu ada di dekatnya itu diam-diam menyisipkan remah hatinya ke dalam hati perempuan itu. Sebab untuk langsung menaruh hati, laki-laki itu masih belum berani. Bagaimana ia akan menaruh hatinya sementara masih ada orang lain yang mengisi hampir seluruh hati perempuan itu. Maka dari itu, ya sudahlah --pikirnya. Biar kujadikan hati ini sebagai remah yang mungkin kau, dia, dan mereka anggap remeh. Tetapi ini caraku mengisimu. Aku ada di sudut hatimu yang kosong. Kelak jika ia pergi darimu, akulah yang tersisa. Demikian pun tak masalah, karena dari awal aku adalah sisa. Sisa semangat yang sekarang kuperoleh dari senyum dan tawamu. Laki-laki itu tidak mengerti. Bahwa perempuan yang selalu ada di dekatnya itu sangat lemah. Dan merasa kosong sejak lama. Sekosong pedestrian di kala huja...