Posts

Showing posts from February, 2017

Khayal?

Kembali ke Pohon. Warni sedang diam sore ini. Ia hanya ingin diam. Barangkali ia lelah. Ditambah lagi dengan datangnya pertanyaan dari salah seorang kawan tadi siang--sebuah pertanyaan sederhana yang justru mengaduk-aduk emosinya. Sebab pertanyaan itu adalah akar dari segala keraguan yang menggerayang pikiriannya. Rona Warni sore itu, semendung langit sehabis hujan. Tak kunjung cerah sebab hari pun tengah berganti malam. Pohon itu, tempatnya berteduh. Tetapi sebenarnya, aroma manis yang ditebar Pohon tak lain ialah halusinogen yang memabukkan Warni. Seolah terbang, pindah ke dalam ketenangan yang semu. Ketenangan sesungguhnya, yang pernah menyelubungi dirinya... kemanakah? Burung punai dalam genggaman, ia lepas. Ketenangan yang sejati, dilepasnya, digantikan kesenangan semu. Salahkah? Sudah, diamlah sejenak. Lihat. Saksikan. Pikirkan. Renungkan. Tetapi ada sesuatu yang mengacaukan pikiran Warni... Kecemburuan itu dijawab dengan sebuah pertanyaan lanjutan: ...

Balada Angkringan dan Omelet

Aku cemburu. Melihat bocah kecil itu menangis di atas matras, di depan gerobak angkringan sore itu. Kemudian bapaknya datang dan menyuguhkan sepiring sate usus kepadanya. Anak itu belum juga berhenti menangis, sementara kakak perempuannya asyik bercerita dengan ibunya sambil menikmati nasi kucing dan sate ati di meja makan mereka. Kemudian lamunanku dipecahkan tawa dan olok-olokan orang yang duduk di depan, samping, dan serongku. Mereka saling bercanda, mengetawai satu sama lain, dan aku hanya bisa tersenyum mendengar lelucon mereka. Rasanya ada batas yang membuatku tidak betul-betul masuk dalam pembicaraan mereka. Aku juga ingin masuk ke dalam lingkaran mereka. . .. Terbang ke lamunan. (*) Ah! Bawa aku kembali pada ketenangan. Aku merinding, takut sendiri. Aku mencoba memperbaiki apa yang kumiliki, tetapi mengapa justru aku memperburuk keadaan? Apa yang bisa kuperbuat supaya mereka bahagia, mengapa aku terus-menerus mengecewakan mereka. Mengapa apa yang kuinginkan dengan...

Tanya-Jawab-Cari-Pilih-Debat-Dalih

Kita bisa bertanya apa saja. Mengapa aku di sini, di depanmu yang duduk termangu tanpa ekspresi. Bagaimana perasaan dapat timbul dan tenggelam. Apa arti hidup, apa arti mati. Mengapa aku mempertanyakan apa saja, bagaimana pertanyaan-pertanyaan ini dapat dijawab. Mengapa gelisah, mengapa resah. Kenapa bersembunyi dari ketakutan yang kerap datang menerpa. Bagaimana caranya lari dari kekhawatiran, menuju kebahagiaan yang abadi. Apa arti abadi, apa arti fana. Mengapa tubuh yang basah terasa dingin. Bagaimana gelombang elektromagnetik merambat tanpa medium. Apa yang seharusnya kita lakukan, pikirkan, kemanakah pertanyaan-pertanyaan ini bermuara. Kita bisa bertanya kepada siapa saja. Kepada sosok idealis yang berpegang teguh pada keyakinannya. Kepada pemikir yang hobinya berkontemplasi. Kepada mereka yang menjalani hidup apa adanya, tanpa memikirkan sesuatu yang muluk-muluk. Kepada mereka yang tak bisa bicara. Kepada alam yang menjadi saksi bisu peradaban. Kepada hujan yang hanya ba...

Anak Perempuan, Musik, dan Orkestra

Anak perempuan itu telah jatuh cinta pada musik. Gelombang akustik yang keluar dari perangkat-perangkat pelantang, vibrasi senar gitar ketika dipetik, gesekan dawai pada senar biola, denting piano yang diketuk tari jemari, metronome yang selalu berfungsi dalam irama yang tepat, membran-membran alat musik ritmis yang ditepuk dan dipukul, aliran angin pada sela-sela lubang harmonika... Terpadu dalam lagu. Harmoni dalam elegi. (*) Siang tadi, anak perempuan itu masuk ke dalam aula besar dengan banyak orang di dalamnya. Luar biasanya, meski orang-orang mengobrol, aula tidak bising. Bagaimana pula orang-orang memanipulasi gelombang akustik di dalam ruang? Rekayasa bangunan? Ah, menarik juga. Tiba-tiba terdengar suara mikrofon sedang diuji coba. Layar lebar di kanan dan kiri podium aula yang semula menampakkan tampilan layar komputer, kini menayangkan siaran langsung suasana aula dalam  real time . Tak selang berapa lama, layar lebar tersebut menampilkan wajah-wajah pemain ork...

Mood dalam Fungsi Sinusoidal

Image
Apakah sebenarnya aku hanya mengulang-ulang siklus, Sehingga aku merasa telah berpindah, padahal posisiku hanya kembali ke awal Dan usaha yang kulakukan sama dengan nol Salahkah aku mengabaikan jarak yang teramat kecil? Padahal jarak-jarak itulah yang menyusun sistem-sistem besar Ketidakpastian dalam selisih yang mendekati nol itulah yang terintegrasi menjadi kehidupan makro Mengapa merasa sepi? Sedang kita berada dalam kapsul raksasa bernama bumi yang selalu bergerak dengan kecepatan tinggi, sangat tinggi Dan menyimpan semesta mikroskopis, bahkan nanoskopis--bukan, mungkin masih banyak misteri yang lebih kecil lagi. Otak kita bisa lebih dari sekadar mendeteksi frekuensi, amplitudo, dan unsur-unsur lainnya yang terekayasa ketika mendengarkan lagu Adalah memori berisi momen yang terkadang muncul bersama sinyal suara Seperti elektron pada retina yang ikut berosilasi Ketika gelombang cahaya datang menerpa Barangkali manusia bukan sekadar sistem Yang perasaannya hanya ...

'Hamba Nilai'-kah?

Tadi siang saya bertemu dengan dosen pengampu salah satu mata kuliah saya di semester sebelumnya, setelah menyepakati waktu pertemuan sebelumnya. Tujuan saya tak lain ialah sekadar mengetahui apa alasan beliau memberi saya nilai C, tidak ada maksud memperjuangkan nilai tersebut karena saya pikir saya memang pantas mendapat nilai itu. Di awal pertemuan, saya memaparkan maksud saya mendatangi beliau. Saya jelaskan bahwa dalam pandangan saya, saya memang pantas mendapat nilai tersebut karena beberapa alasan. Saya pun meminta penjelasan dari sudut pandang beliau, sehingga selanjutnya saya mendapat evaluasi, masukan, dan motivasi baru. Bagaimanapun juga, tujuan awal saya berkuliah adalah untuk mencari ilmu, dan saya merasa puas bisa memperoleh ilmu-ilmu baru yang menarik ketika mengambil mata kuliah yang diampu beliau. Malamnya, saya ceritakan pembicaraan dalam pertemuan tersebut kepada orang terdekat saya, yang menyarankan dan amat mendorong saya untuk mengagendakan pertemuan (dengan ...

(Akhirnya) Sebuah Tulisan

Tik. Tik tik tik. Sreeeeet-- Ctak! Ketik,    hapus. Ketik lagi, lalu hapus lagi. *** PERINGATAN! Terlalu banyak 'saya' dalam tulisan ini. Bila merasa ini tidak penting, tinggalkanlah. Apabila sebaliknya, terserah kausajalah. -- Rasanya sudah lama saya tidak menulis. Yah, beberapa kali saya meluangkan waktu untuk itu, tetapi kemudian ada sesuatu hal di sudut pikiran saya yang lain, yang membisiki saya sesuatu sehingga pada akhirnya tulisan-tulisan itu hanya menjadi draft, atau bahkan pikiran-pikiran itu tak sempat tertulis sama sekali. Maka malam ini saya paksakan diri ini untuk menulis. Menulis, buat saya, merupakan media untuk mengabadikan ide, momen, pikiran, hingga perasaan. Melalui menulis, saya dapat merunut isi dalam pikiran, menjadikannya tersistematis, sehingga menjadikan diri saya merasa lebih tenang. Melalui menulis pula, saya bisa mengekspresikan apa saja yang tidak bisa diekspresikan secara langsung. Ketika menulis untuk dipublikasikan kem...