Khayal?

Kembali ke Pohon.
Warni sedang diam sore ini. Ia hanya ingin diam. Barangkali ia lelah. Ditambah lagi dengan datangnya pertanyaan dari salah seorang kawan tadi siang--sebuah pertanyaan sederhana yang justru mengaduk-aduk emosinya. Sebab pertanyaan itu adalah akar dari segala keraguan yang menggerayang pikiriannya.
Rona Warni sore itu, semendung langit sehabis hujan. Tak kunjung cerah sebab hari pun tengah berganti malam.

Pohon itu, tempatnya berteduh. Tetapi sebenarnya, aroma manis yang ditebar Pohon tak lain ialah halusinogen yang memabukkan Warni. Seolah terbang, pindah ke dalam ketenangan yang semu.
Ketenangan sesungguhnya, yang pernah menyelubungi dirinya... kemanakah?

Burung punai dalam genggaman, ia lepas.

Ketenangan yang sejati, dilepasnya, digantikan kesenangan semu.
Salahkah?

Sudah, diamlah sejenak. Lihat. Saksikan. Pikirkan. Renungkan.
Tetapi ada sesuatu yang mengacaukan pikiran Warni...
Kecemburuan itu dijawab dengan sebuah pertanyaan lanjutan: "Mengapa kau menyendiri terus?"

Comments

Popular posts from this blog

Dèjá Vu (2)

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Mekar Berduri