Posts

Showing posts from December, 2018

Sontak Berontak

Semesta masih baik sama saya Tidak dia terima ide saya tentang skenario-skenario terburuk yang mungkin terjadi Tapi saya masih tetap belum bisa terima Soal skenario yang mengawali ini semua Kenapa? Terima kasih dan bedebah kau. Lalu soal malaikat yang satunya lagi Soal dia Dia mencarinya yang hitam dan putih Dia tahu Aku ingin cerita Tapi tidak layak Ah. Tidak semudah yang diucap Culik aku Jauh dari sini Dari dunia penuh dusta Yang paling menyakitkan se-RT (...) Akan mengerti bahwa ini tentang (...) Sanggupkah dirimu? Lalu kebebasan terenggut dari kata ruang Sejak mata berpasang-pasangan untuk mengawasi bersama "Mau lari ke mana?" Bukankah bebas adalah fana Bukankah bahagia adalah sesaat Bukankah damai adalah sejenak Bukankah ideal adalah khayali Bukan(kah) kau enigma yang abadi 24/12

Satu Hari Lagi Setiap Hari

Belakangan ini saya mencoba mendalami beberapa orang di sekitar saya. Saya dapati bahwa beberapa orang, sebutlah 3, memiliki hal yang serupa dengan saya meskipun dalam konteks yang berbeda. Kami--atau paling tidak saya, merasa saling mengerti betul bagaimana perasaan yang sedang kami alami. Bagaimana kami harus berusaha bertahan satu hari lagi setiap hari. Salah seorang dosen pernah berkata di kelas: "Apakah untuk mempertahankan pasangan dalam kehidupan, kita akan berpikir 'hari ini, saya akan mempertahankan dia satu hari lagi!' setiap hari? Tentu tidak, bukan? Bayangkan betapa beratnya memikirkan hal seperti itu setiap hari." Dan kami, berpikir demikian . Paling tidak saya. Atas dasar empati, saya ingin mengucapkan selamat kepada kita semua yang telah bertahan satu hari lagi . Selamat karena berjuang tidak semudah itu dilakukan dan dipahami oleh orang lain. Mari berjuang untuk satu hari lagi yang berikutnya dalam ketelanjuran hidup ini. Bersabarlah karena waktunya...

Tonight is The Same Night as Yesterday, I Guess

I'm totally fucked up. Sometimes it's getting better and sometimes becoming worst. I'm really tired with this things. I want to escape from this things; I don't know how to deal with them all. When I start to do lot of sanity things, a hope comes to me. But when I stop for a moment, the hope turns into a desperate. I just talked with a man who really close to me (in distance); he said he was insecure. I really understand what he feels, because we have a similar problem. We both want to escape. We both can't tell this things to our closest people. Finally, we have to deal with our problems by ourselves. I tried to do something different today, to gain more postive vibes. But I guess, this day will end as the usual days.

Saya dan Uang

Siapa yang tak butuh uang? Saya rasa, saat ini semua orang tentu butuh uang. Saya pribadi suka mengumpulkan dan menyimpan uang meskipun belum tahu akan dibelanjakan untuk apa. Namun jujur saja, berada dalam keadaan "memiliki uang" merupakan ketenangan dan kenyamanan sendiri untuk saya. Saya ingat ketika baru masuk kelas 7 SMP. Saat itu, seorang teman meminta kepada saya untuk menggambar kakak OSIS yang merupakan kakak pendamping MOS-nya sebagai ungkapan terima kasih teman saya kepada seniornya tersebut. Kebetulan, saya memang hobi menggambar sejak kecil. Atas permintaan itu, saya menawarkan dia untuk dua buah gambar yang akan saya warnai dengan menggunakan Adobe Photoshop, saya cetak, dan masing-masing dihargai (kalau tidak salah) sekitar Rp3.000,00. Kami sepakat dan saya pun segera membuat pesanannya. Sepertinya itu merupakan usaha pertama saya. Menurut saya (sekarang) sih, harga beli dengan nilai produknya sangat tidak sebanding, haha. Soalnya, waktu itu saya iseng saja ...

Distraksi

Dalam merancang sistem-sistem fisika, biasanya kita akan fokus pada membuat sistem dengan fungsi transfer yang dapat mengubah masukan atau stimulus menjadi keluaran atau respons sesuai dengan tuntutan rancangan. Namun, tak jarang pula stimulus yang masuk ke dalam sistem disertai dengan gangguan atau noise . Gangguan ini akan menyebabkan keluaran sistem tidak sesuai dengan keinginan pengguna, sehingga sejak merancang suatu sistem, perlu adanya penanganan khusus terhadap gangguan yang bisa saja muncul. Biasanya, gangguan akan disaring supaya yang masuk ke dalam sistem hanya stimulus. Agar dapat merancang penyaring atau filter gangguan, pertama-tama tentu harus dilakukan identifikasi gangguan. Bicara soal sistem dan identifikasi gangguan, tampaknya sistem di kepala ini memang bermasalah. Agaknya, sistem ini sudah terkena virus, sehingga sebagian besar stimulus akan diubah menjadi respons yang destruktif pada kondisi tertentu. Kemudian, berdasarkan analisis kami, respons destruktif ini...

Perjalanan Pulang

Mungkin aku seharusnya Tidak usah pulang saja Kalau hanya untuk menambah luka Mungkin aku seharusnya Tidak usah pulang saja Kalau hanya untuk menghabiskan air mata Pulangku adalah menuju ruang hampa Sepi yang mengusik, meminta nama Untuk dijadikan korban Dapatkah berubah? Jika Rumah yang kurindukan adalah sepasang bola mata dan seutas senyuman Rumah yang takkan mampu kubangun sendiri Rumah yang telah kurancang, kubangun, kuhancurkan, kubuat kembali Rumah yang memakan hari dan hati Rumah yang pada akhirnya akan mengalami perpindahan atau renovasi Kemanakah aku melangkah pulang? Masih adakah Rumah yang siap memelukku? Atau mungkin aku Merindukan Rumah yang kekal Karena di sana ada Dia yang menunggu Aku juga diam-diam menunggu Tapi yang manapun juga Semuanya telah tertutupi debu dan sarang laba-laba Usang ditempa waktu Tolong bantu aku pulang ke Rumah-Nya yang abadi Aku telah mengetuk Namun Dia masih tutup pintu

Butuh

Lepaskanlah mimpi buruk Melayang ke langit pukul tiga pagi Bersama tetes air mata yang jatuh Di pundaknya yang fana Karena kita, apa? Tersenyumlah seperti langit merah jambu Pantai pukul lima pagi lewat sepertiga menit Indah dan hangat, penuh kasih Yang kita rindui Karena mengapa tidak? Muncul bersama kilat Hilang bersama guntur Ada sekejap mata Tiada sekilas saja Adalah aku di hidupku

Permainan

O, Semesta, apakah kau mempermainkanku?! Mempertemukan dua insan yang akhirnya melahirkanku, membiarkanku telanjur hidup. Sungguh, hidup adalah ketelanjuran yang masih sulit kuterima. Mungkin seperti kata Raitis--tokoh film dala FFD 2018 yang baru saja kutonton: (aku percaya bahwa) kecantikan ada pada sesuatu yang tertata dan ideal, bukan sesuatu yang chaos . Meskipun itu artinya harus mati atau sampai pada keadaan equilibrium . Hidup tidak demikian. Tidak ada sesuatu yang benar-benar ideal. Lantas untuk apa aku ada di sini? "Aku tidak menghendaki hidup!" Ujarku yang bahkan tidak ingat kehidupan sebelum lahir, pun tidak tahu perjalanan setelah mati. Semesta, Kau mau apa? Kau mau aku bagaimana? Salahkah kepercayaanku terhadap-Mu? Apakah memang harus berinteraksi melalui ajaran? Aku tidak mengerti lagi, apakah memang aku punya kehendak bebas atau bagaimana. Kupikir aku telah melakoni hidup ini sesuai aliran-Mu saja, sebab aku tidak tahu lagi ke mana harus berjalan. Hid...

Kala Ingatan Jadi Benang Panjang

Apa itu rindu? Apa itu haru? Apakah dengan menitikkan air mata ketika mengingat sesuatu, itu artinya kita merindukan sesuatu? Waktu terus berlalu dan kejadian demi kejadian bergulir, berubah menjadi kenangan. Tentu lebih menyenangkan bila mengingat sesuatu yang indah dan mengasyikkan, bukan? Kemudian di dalam diriku akan timbul perasaan yang kuat. Perasaan yang sulit dideskripsikan. Perasaan yang mendorong air mata keluar dari dalam kelenjarnya. Segalanya terasa menjadi sangat cepat. Aku telah kehilangan hasrat. Berubah adalah sesuatu yang aneh. Siapa diriku? Ingatan demi ingatan mendesakku terus menulis dan memejamkan mata erat-erat, seolah kilat melintas tepat di depanku. Sedikit kabut, maut berdenyut. Aku tergetar atas pertanyaannya. Seberapa jauh aku telah melangkah? Kemana sajakah? Percakapan menjadi gangguan atas sajak Joko Pinurbo yang dilantunkan di masa itu. Suara jangkrik sayup-sayup, mengingatkanku pada masa yang telah lalu. Sebelum Pohonku berubah. ...