Distraksi
Dalam merancang sistem-sistem fisika, biasanya kita akan fokus pada membuat sistem dengan fungsi transfer yang dapat mengubah masukan atau stimulus menjadi keluaran atau respons sesuai dengan tuntutan rancangan. Namun, tak jarang pula stimulus yang masuk ke dalam sistem disertai dengan gangguan atau noise. Gangguan ini akan menyebabkan keluaran sistem tidak sesuai dengan keinginan pengguna, sehingga sejak merancang suatu sistem, perlu adanya penanganan khusus terhadap gangguan yang bisa saja muncul. Biasanya, gangguan akan disaring supaya yang masuk ke dalam sistem hanya stimulus. Agar dapat merancang penyaring atau filter gangguan, pertama-tama tentu harus dilakukan identifikasi gangguan.
Bicara soal sistem dan identifikasi gangguan, tampaknya sistem di kepala ini memang bermasalah. Agaknya, sistem ini sudah terkena virus, sehingga sebagian besar stimulus akan diubah menjadi respons yang destruktif pada kondisi tertentu. Kemudian, berdasarkan analisis kami, respons destruktif ini justru bisa dicegah dengan cara memberi gangguan. Sistem akan terdistraksi dan respons yang muncul pun terdistraksi.
Sebenarnya gangguan ini dapat dimunculkan baik dari luar maupun dari dalam sistem ini sendiri. Namun kau perlu tahu bahwa sistem ini memang masih punya banyak kekurangan; ia belum terprogram secara otomatis untum memunculkan gangguan sendiri. Selain itu, penyebabnya juga tak lain adalah sistem ini telah diretas dengan virus.
Pertanyaan berikutnya, apakah tidak ada antivirus untuk sistem ini? Sebetulnya, orang luar yang bisa memberikan gangguan untuk mendistraksi telah mengupayakan untuk memberi masukan antivirus ke dalam program. Sayangnya, virus ini memang telah merusak sampai ke dalam inti atau pusat sistem. Program dalam sistem pun kebingungan menginterpretasi instruksi; antara instruksi dari virus atau program yang sebenarnya.
.
.
Banyak omong. Aku cuma mau bilang kalau aku butuh distraksi saat ini, tetapi aku takut bilang.
Comments
Post a Comment