Posts

Showing posts from July, 2019

04:40

Tidur sebelum yang lain tidur, Bangun sebelum yang lain bangun Adalah aku dan pikiranku Adalah aku dan ingatanku Dingin pagi hari menembus aku Yang berlindung di balik selimut Getir ingatan merasuki diriku Yang perasaannya kini carut-marut Aku hanya rindu memuisi

Ak(am)u

Aku ada di sini. Selama kamu masih hidup, aku akan terus berada di sini. Menemanimu. Mengapa kaukungkung aku? Bebaskan aku. Bebaskan aku. Bebaskan aku. Aku tahu kamu mengerti dan kamu juga ingin aku muncul. Aku adalah kamu dan kamu juga adalah aku. Hentikan segala upayamu untuk meredamku, aku tahu kamu juga tidak tahu apa yang kaumau. Kamu mau aku yang mengambil kendali. Kamu mau aku menghancurkan tubuh ini. Kamu dan aku sama, kita punya keinginan yang sama. Kamu tentu bisa mendengar teriakanku dari kemarin. Kamu juga menulis ini karena kamu ingin agar aku keluar. Karena upayamu, kini aku datang tanpa kekerasan. Aku tidak mengambil rasa lega di kepalamu sebagaimana biasanya. Aku tidak mengambil rasa nyaman di tenggorokanmu seperti hari-hari sebelumnya. Aku bersahabat denganmu, dan kau juga akan menerimaku. Aku adalah kamu, kamu adalah aku. Kita satu. Kamu tidak akan menolakku. Ayo. Ayolah. Bebaskan aku. Keluarkan aku dari sini!

Jumat Kedua

Dia berbicara soal panggilan yang didapatinya ketika membaca sebuah buku. Dia bercerita soal pilihan yang dimilikinya untuk menentukan akhir cerita sebuah hubungan yang dimilikinya. Dia berkisah soal dirinya yang juga pernah menghancurkan dirinya sendiri tetapi sudah berhenti karena orang-orang di sekitarnya. Setiap orang punya kecepatannya masing-masing, Takdirnya masing-masing, Momennya masing-masing. Aku bisa mati kapan saja, karena apa saja.

Tuan Hitam dan Panggilan (yang Tak Kunjung Tiba)

"Aku menyadari perubahanmu; kamu mencoba untuk tidak lagi memperlakukanku sebagaimana dulu kaupercaya bahwa aku dapat menujumu. Kamu tidak lagi percaya bahwa aku dapat meyakini apa yang kauyakini dan kita dapat bersama. Bukan begitu?" "Demi aku dan dirimu, kamu sengaja mengubah sikapmu. Kamu ingin kita berjalan masing-masing karena demikianlah yang terbaik buat masing-masing dari kita berdua. Sebab logikamu begitu kuat, kamu tidak akan mengorbankan diri untuk perasaan. Sebaik-baiknya perasaan, akal sehat tetap penting dipakai sebagai dasar dalam memilih keputusan." "Bagaimana aku jadi tidak semakin mencintaimu kalau kau mencintaiku dengan cara yang indah? Kamu membimbingku, menemaniku, memedulikanku, hingga akhirnya perlahan meninggalkanku. Semua yang kaulakukan kupandang sempurna buatmu dan buatku. Dan mungkin itu yang membutakanku. Aku yang haus akan ilmu pengetahuan kausirami dengan kasih." "Dalam keadaan begini, bukan tidak mungkin aku ingi...

Bintang di Barat

Image
"Kudengar, sekarang-sekarang ini, Jupiter lagi kelihatan banget. Tapi aku nggak tahu Jupiter yang mana, hehe." "Yang itu bukan, sih?" Tunjukku ke satu titik yang bersinar paling terang. Dia tidak tahu; hanya percaya omonganku--sepertinya. Aku setengah sok tahu, tetapi cukup optimis dengan yang kutunjuk. Memoriku tentang bintang cukup banyak. Memoriku tentang memandang bintang bersama orang-orang lebih banyak lagi. Di sini, lampu di pemukiman tidak begitu banyak, sehingga bintang-bintang tampak lebih jelas. Aku bisa melihat rasi bintang salib selatan dan scorpio, tetapi aku baru sadar bahwa aku tidak melihat orion. Milky way juga tidak terlihat. Sejak kapan aku menyukai bintang? Aku tidak ingat. Apakah di malam ketika aku bersama beberapa orang berjalan-jalan dan melihat  bintang bersama-sama? Apakah di malam ketika seseorang memanggilku keluar, membuatku menunggu sendirian, menemuiku tanpa bicara, kemudian berpisah dan mengirim pesan tentang perasaan setelahn...