Warna
"Dia sempurna banget, ya, di matamu." Adalah perkataannya ketika Warni menceritakan tentang Warna. Ada sorot yang berbeda kala itu, entah bagaimana, itu tampak sekali di balik kedua bola matanya. Tetapi bukan itu yang ingin Warni utamakan, melainkan saat ini bagaimanakah penilaiannya sendiri terhadap Warna? Cukup aneh memang, karena hal-hal semacam ini bukanlah sesuatu yang tepat untuk diceritakan. Tetapi Warni mendesakku, untuk mencoba menata pikiranku , katanya. Baiklah, kaumemang selalu punya kemauanmu sendiri, Warni. Mari mulai sesi bincang-bincangnya, haha. *** W: Warna memang punya kepribadian yang baik. Bertanggung jawab. Risau pertamanya adalah soal orang tuanya. U: Bagaimana kautahu? W: Ia sering menceritakan tentang keluarganya. Persoalan serius pertama yang ia tanyakan padaku adalah bagaimana latar belakang keluargaku. Aku ingat betul bagaimana ia stres memikirkan kondisi bapaknya saat terjadi masalah. Aku pernah melihatnya langsung, beberapa kali,...