(Semoga) Akhir Seonggok Sampah

Bagaimana mungkin Warni tak sadar bahwa saudaranya telah berjalan-jalan jauh selama ini. Sedang ia selalu berada di dekatnya.
Bagaimana bisa Warni abai akan perasaan keluarga yang selalu mengharap kebaikan baginya. Bagaimana bisa, ia tega mengkhianati kepercayaan itu.
Apa yang kau berikan kepada mereka yang memberimu. Kau sibuk memikirkan kehancuranmu, tetapi kerjanya terus meratap dan sekadar berharap 'kan datang penolong. Kutahu kau tukang khayal, tetapi kaupikir dunia seindah imajinasimu?
Lari dari kenyataan untuk keindahan semu. Kesenangan yang fana.
Apa yang kaukejar?
Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, sampai-sampai tak sadar bahwa jasadmu telah bertransformasi menjadi kebusukan tak berguna.
Sampah.

NB.
Pergilah.

Comments

Popular posts from this blog

Dèjá Vu (2)

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Renungan Malam Awal Tahun Hijriah