Dèjá Vu (2)

Aku pernah merasa seperti deja vu, nyatanya perjalanan setahun setelah perasaan itu tidak sama dengan perjalanan setahun dari fenomena yang pertama. Ada yang berubah. Ada yang berbeda. Tentu saja, orangnya berbeda, masanya berbeda, pengetahuan-nya juga berbeda. Tuan Hitam, terima kasih atas satu tahunnya yang luar biasa. Aku masih berusaha agar tidak terus-terusan merasa sedih jika mendengar namamu dan melihat wajahmu.
Kali ini, aku merasakannya kembali, tetapi untuk perkara yang berbeda. Bukan soal asmara, melainkan kondisi diri. Setelah jatuh-bangun dalam hampir dua tahun terakhir, saat ini aku berada dalam keadaan yang cukup baik, kurasa. Akan tetapi, dalam keadaan ini, aku justru tidak benar-benar baik-baik saja karena aku melakukan ketidakwajaran--sebagaimana yang pernah aku lakukan dulu ketika kondisiku masih baik-baik saja.
Aku merasa seperti mengulang. Aku merasa bahwa dengan ini, kondisiku akan turun lagi, tetapi aku tidak yakin bahwa ceritanya akan sama. Pasti akan berbeda. Perbedaannya seperti apa? Aku juga belum tahu.

Comments

Popular posts from this blog

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Mekar Berduri