Posts

Showing posts from April, 2018

Bumi Sehabis Hujan

Image
Tanah basah dan dedaunan yang tergeletak di atasnya, bersua dalam keteraturan alam, menghasilkan aroma cinta-Nya pada semesta. Berkas-berkas foton dari matahari bertumbukan, mencari celah untuk ditembus dan dihamparkan cahayanya. Menimbulkan bayangan yang dicintai atas keteduhannya. Menimbulkan terang yang dicintai atas warnanya. Angin berembus semilir, membisikkan kasih-Nya kepada siapa saja yang merasakan sentuhannya. Namun Ia berkata lain, keteraturan adalah ketidakteraturan yang teratur. Manusia timbul dan berkembang, dengan segala alasannya: cinta, kemajuan peradaban, inovasi, ego, bahagia, menghindari pedih, bumi, semesta, masa depan, generasi penerus, nama, sejarah, semua! Meningkatkan laju kenaikan entropi semesta. Ketidakseimbangan yang teratur lajunya. Aku manusia, malu ada di dunia. Melakukan kesenangan yang kata mereka tidak ada artinya. Kau tak mengerti, sebagaimana aku tak memahamimu... Melangkah bersama bukan jaminan saling paham, apalagi tidak bersama-sama....

Now and Tomorrow

...and finally, I come to this state Being a pervert jerk whom they left Back to the loneliness If there was no you Please stay aside, I beg Give me a light kiss under the starry night Hug me when I close my eyes and smile These feelings were lingered on me You are the only one whom I look for To be loved, for now Tomorrow never knows

Kemarin Sore

Senja segera tiba, namun jingga tak kunjung datang. Kami bertiga duduk di sana, menghadap ke arah barat namun dengan tatapan yang kosong. Lembah yang semula membatasi kami dengan sungai, kini telah ditimbun menjadi bakal jalanan. Tempat itu tak lama lagi akan menjadi terlalu terekspos untuk dijadikan tempat bercengkrama dan tinggal hanya akan menyisakan kenangan. Sebatang rokok telah habis ia isap, berkat lelakinya yang pergi bersama perempuan lain. Air mata telah habis kami tumpahkan bersama. Kami telah habis dengan masalah masing-masing. Kecuali perempuan yang duduk di tengah, matanya kering dari air mata. Namun bila kausingkap lengan bajunya, akan kaulihat luka di tangannya sebab depresi di benaknya. Bicara soal depresi; bicara kesehatan mental. Apakah kita pernah betul-betul sehat? Senja berangsur gelap, satu persatu serangga bermunculan dari balik semak-semak. Kami meninggalkan tempat itu, lalu aku berpindah ke suatu tempat dimana perhelatan pembukaan pameran sedang diselen...

Untuk Kota yang Kutinggalkan

Purnama telah lewat dua malam Satu bulan berlalu lagi Aku terhenyak dalam diam Menikmati rindu yang  kian lama kian menjadi-jadi Kepada setiap masa yang telah lalu Kepada cinta yang telah jauh Kenangan yang memupus Jatuh di atas kampus...      Kota yang kutinggalkan      Menyisakan serpihan ingatan           tak tersisa. Digantikan Yogyakarta (Sleman, 2018)