Bintang di Barat
"Kudengar, sekarang-sekarang ini, Jupiter lagi kelihatan banget. Tapi aku nggak tahu Jupiter yang mana, hehe."
"Yang itu bukan, sih?" Tunjukku ke satu titik yang bersinar paling terang. Dia tidak tahu; hanya percaya omonganku--sepertinya. Aku setengah sok tahu, tetapi cukup optimis dengan yang kutunjuk. Memoriku tentang bintang cukup banyak. Memoriku tentang memandang bintang bersama orang-orang lebih banyak lagi.
Di sini, lampu di pemukiman tidak begitu banyak, sehingga bintang-bintang tampak lebih jelas. Aku bisa melihat rasi bintang salib selatan dan scorpio, tetapi aku baru sadar bahwa aku tidak melihat orion. Milky way juga tidak terlihat.
Sejak kapan aku menyukai bintang? Aku tidak ingat. Apakah di malam ketika aku bersama beberapa orang berjalan-jalan dan melihat bintang bersama-sama? Apakah di malam ketika seseorang memanggilku keluar, membuatku menunggu sendirian, menemuiku tanpa bicara, kemudian berpisah dan mengirim pesan tentang perasaan setelahnya? Apakah di malam ketika aku berbicara tentang cahaya dan seseorang yang berbeda lagi menyampaikan tentang langit dan kecintaannya pada astronomi?
Barangkali semua itu menumpuk, terakumulasi bersama kenangan-kenangan selanjutnya yang muncul silih berganti.
Petang tiba. Senja akan datang. Ingin pulang ke kesempurnaan.

Langit bergerak kebarat atau matahari yang bergerak ke timur.
ReplyDeleteJadi, matahari sekarang sudah melewati orion. Kalau mau lihat orion lihatlah di timur sesaat sebelum matahari terbit.