Mood dalam Fungsi Sinusoidal
Apakah sebenarnya aku hanya mengulang-ulang siklus,
Sehingga aku merasa telah berpindah, padahal posisiku hanya kembali ke awal
Dan usaha yang kulakukan sama dengan nol
Salahkah aku mengabaikan jarak yang teramat kecil?
Padahal jarak-jarak itulah yang menyusun sistem-sistem besar
Ketidakpastian dalam selisih yang mendekati nol itulah yang terintegrasi menjadi kehidupan makro
Mengapa merasa sepi?
Sedang kita berada dalam kapsul raksasa bernama bumi yang selalu bergerak dengan kecepatan tinggi, sangat tinggi
Dan menyimpan semesta mikroskopis, bahkan nanoskopis--bukan, mungkin masih banyak misteri yang lebih kecil lagi.
Otak kita bisa lebih dari sekadar mendeteksi frekuensi, amplitudo, dan unsur-unsur lainnya yang terekayasa ketika mendengarkan lagu
Adalah memori berisi momen yang terkadang muncul bersama sinyal suara
Seperti elektron pada retina yang ikut berosilasi
Ketika gelombang cahaya datang menerpa
Barangkali manusia bukan sekadar sistem
Yang perasaannya hanya diaduk-aduk kadar hormon
Yang pikirannya dibentuk lompatan-lompatan elektron di sinapsis
Yang mengikuti hukum-hukum alam: entropi selalu meningkat, atom-atom dalam tubuh ialah temporer
Kita ada karena kesadaran--
Meski kesadaran ada bersama jasad
Kita adalah jiwa
Nyawa
Yang dipercayai untuk memiliki akal...
...sudahlah, saya lelah.
Sampai juga pada batasnya, haha
Ayo bercerita yang ringan-ringan
Makan, tertawa, mengobrol santai
Mengarang cerita-cerita menyenangkan
Sambil membayangkan awan-awan itu sebagai sosok-sosok yang lucu
Jalan-jalan dan menghirup udara segar
Aku mau bunga matahari!
Kemudian mari saksikan gugusan bintang di angkasa
Atau kalau mereka malu-malu, kita saksikan saja awan-awan hitam yang tidak melakukan apa-apa selain menyelimuti langit malam ini
Lupakan sejenak siapa kita
Abaikan sesaat, mau apa kita
Nikmati waktu yang ada
Dan cheers!

Comments
Post a Comment