Sekita Denganmu, Sendiri Diriku
Selengkung pelangi yang kubalik,
Demikianlah senyummu yang berwarna-warni
Sekabut tanya makna wajahmu,
Menyisakan aku yang tak tahu
Apakah
masih
bisa
kumelihatnya
lagi?
.
Sehening malam tanpa rembulan
Kini kita terjebak kebisuan
Sesepi lembar tanpa aksara
Terasa hambar sejemu mengecap udara
Udara yang tawar
Bahasa menjadi tidak familiar
bagi kita
saat ini.
Demikianlah senyummu yang berwarna-warni
Sekabut tanya makna wajahmu,
Menyisakan aku yang tak tahu
Apakah
masih
bisa
kumelihatnya
lagi?
.
Sehening malam tanpa rembulan
Kini kita terjebak kebisuan
Sesepi lembar tanpa aksara
Terasa hambar sejemu mengecap udara
Udara yang tawar
Bahasa menjadi tidak familiar
bagi kita
saat ini.
Yogyakarta
Comments
Post a Comment