Tentang Cahaya

Cahaya putih, sebenarnya memiliki spektrum yang berwarna-warni.
Sumber cahaya yang berbeda, akan menghasilkan spektrum yang berbeda pula. Meskipun cahaya yang dihasilkan tampak sama. Putih misalnya.

Pun, kita sebagai manusia.
Dengan fisik kita yang sama; dua mata, satu kepala, dan seterusnya (dengan asumsi tanpa cacat),
Kita manusia, punya 'spektrum' masing-masing. Spektrum dengan susunan yang berbeda untuk masing-masing individu.

Manusia seperti cahaya tampak yang belum diurai.
Manusia bisa saja tampak sesederhana cahaya putih, tetapi sebenarnya menyimpan berbagai 'gelombang' dengan karakter yang berbeda-beda.

***

Seperti inilah wujud cahaya langit yang sebenarnya.
Citra di atas diambil dengan kamera ponsel, dari spektrometer buatan sendiri dan diarahkan kepada langit cerah tadi pagi.
Sistem di atas menerapkan sifat cahaya yang dapat didifraksikan, dengan menggunakan permukaan CD yang tidak rata.

Bicara soal langit...

Ah, aku rindu menatap langit bersamamu. Saat aku masih menganggap birunya langit yang dikerubungi gumpalan awan adalah mahakarya Tuhan bagi makhluk ciptaan-Nya yang suka berkhayal,
Sebelum menganggapnya sebagai gelombang lalu memikirkan cara merekayasanya.
Saat aku masih di sana, di sampingmu
Sebelum kau terbaring lemah seperti saat ini.

Ketahuilah sobat, doaku untukmu.

YK-SMD. 10.11.16.
(Teruntuk pejuang yang telah mengajariku banyak hal. Sahabat sekaligus saudaraku yang luar biasa. Lekaslah sembuh.)

Comments

Popular posts from this blog

Dèjá Vu (2)

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Mekar Berduri