Nyala
Nyala tiada berarti tanpa kegelapan. Kobar takkan timbul tanpa penghangusan. Merah muncul bersama hitam, kuning berganti abu. Di sela-sela gelak tawa, aku justru tenggelam dalam lamunanku. Seperti suara desir angin yang terselip di antara dedaunan dan suara hewan-hewan malam di balik pepohonan; seolah tak timbul, tenggelam oleh nyanyian bahagia malam itu. Bahagia menyertaimu. Bukan diriku. Kamu menyala dengan terangnya; Biarlah aku tenggelam bersama dinginnya malam. Tetapi nyalamu pancarkan kehangatan--menembus dinginku. Ditulis Di Kaliurang, Di akhir bulan, di awal tahun. Di antara akhir dan awal episode kehidupan. Di sela lingkaran ini, di tepi lingkaran itu.