Degup Tanpa Ritme

"Apa yang kaurasakan?"
"Aku tak tahu. Sulit dijelaskan."
Sudah normal, katanya. Tidak ada masalah; semua beres. Tak perlu diperiksa lagi, kau sudah baik-baik saja.
...
Jadi apa yang mesti saya lakukan?--
Batin perempuan itu.

Degup jantung yang tak biasa itu muncul lagi malam ini. Barangkali sudah sekitar sepuluh menitan. Tetapi, sudah sejak lama ia menepisnya. Ia selalu berkata dalam hati bahwa barangkali degup tak biasa itu hanya perasaannya. Apalagi, dokter mengatakan bahwa semua sudah beres dan bersih.

Jika demikian, apa yang dirasakannya saat ini?
Apakah itu gejala akibat ketakutannya--mungkinkah di alam bawah sadarnya, sesungguhnya ia sedang mengalami ketakutan? Ataukah memang gejala itu timbul di fisiknya, sehingga memicu ketakutannya perlahan-lahan?
.
Tujuh belas tahun berlalu dan mengapa dirinya masih belum sepenuhnya memahami bahasa dari tubuhnya?

Comments

Popular posts from this blog

Dèjá Vu (2)

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Mekar Berduri