Rumah Sakit

Obat ini menenangkan kepalaku, tetapi tidak badanku. Tiga hari mengejang dan akhirnya semalam dua orang teman membawaku kemari. Gedung berdinding hijau yang tak jauh dari kampusku. Aku sudah beberapa kali ke kompleks gedung ini, bahkan ke bangsal lain yang begitu jarang dikunjungi orang-orang pada umumnya. Namun, aku tak menyangka akan menjadi orang yang berbaring di sini, dengan selang infus yang menjuntai di sisi kananku.
Tempat ini terasa asing bagiku, namun menimbulkan perasaan ajaib dan menantang. Suara lelaki yang tak jelas bergema dari kamar lain di lorong yang sama. Perempuan di balik gorden yang ada di samping kananku menjerit-jerit sejak tadi malam. Perawat dan dokter silih berganti, masuk dan keluar untuk memeriksa dan menangani pasien. Aku merasa tawar; seperti inikah manusia bekerja?
Inikah titik balik episode yang sudah berlangsung sejak lama? Aku rasa belum. Namun, haruskah menunggu mati? Nada-nada yang memanggil nama Tuhan terlantun dari orang-orang di sekitar perempuan itu. Aku diam, berbaring setengah mengantuk dengan perasaan bercampur aduk.

Comments