Infinitesimal Thought

Pada umumnya, semua orang sudah menyadari tak terhingga yang dihitung dari 0, 1, 2, dan seterusnya. Padahal, di dalam ketidakterhinggaan itu, terdapat ketidakterhinggaan lagi: antara 0 dan 1, terdapat 0,00...1; 0,00...2; dan seterusnya. Semesta terlalu luas dan terlalu tidak terhingga untuk kita rengkuh dan pahami. Kita terlalu kecil sebagai bagian dari ketidakterhinggaan space and time. Kita, manusia, hanyalah salah satu makhluk biologis yang memiliki mekanisme alamiah untuk menjaga agar entropi kita tetap optimal sebelum akhirnya melewati batas yang tidak bisa diturunkan lagi. Kita memiliki program di kepala yang tertanam untuk mempelajari, memaknai sesuatu, mengkaji materi lain, mencoba membuat materi dengan kecerdasan yang dapat kita pahami, hingga mencari makhluk lain yang memiliki kecerdasan yang dapat kita pahami pula. Apa yang bisa kita lihat dan rasakan hanyalah sebagian kecil dari ketidakterhinggaan fenomena fisika seperti gelombang elektromagnetik maupun mekanik.

Comments