Posts

Lis: Awal dengan Ledian

Lis berangkat dengan mata yang berbinar dan hati tak gentar. Ia menyiapkan bekal dengan sebaik-baiknya: buku-buku dan kertas kosong yang bertumpuk, pena yang takkan habis tintanya, botol air, dan semangat baik. *** Atas petunjuk dari Yosua, gurunya selama 7 tahun terakhir, Lis berangkat untuk perjalanan panjang selanjutnya dengan seorang guru yang baru: Ledian. Berdasarkan cerita Yosua, Ledian telah mengembara di Negeri Barat dan Timur selama puluhan tahun. Kali ini Ledian ingin mencoba mengikuti keingintahuannya untuk menyusuri Negeri Tengah, sehingga ia mengumpulkan beberapa orang sebagai anggota kafilahnya. Mendapat kabar ini, Lis mengirim surat kepada Ledian melalui Yosua agar Ledian mengizinkannya ikut. Lis sangat ingin melihat dunia! Baginya, berpetualang bersama seseorang yang juga memiliki keingintahuan begitu besar adalah sebuah kesempatan yang tak boleh ia lewatkan. Tak disangka-sangka, Lis tak perlu menunggu lama untuk mendapat balasan dari Ledian. Rupanya Ledian memang ingi...

Tidak Ada Judul

Sebutir serpih tenggelamkan duniaku Gelap, seakan ku berpindah ke dunia lain Pejam mataku sadarkan betapa cahaya memanjakanku Lupa, bahwa gelap adalah terang bagi sebagian mereka Aku tentu ingat Bahwa duniaku pernah terlukis di atas buku saku Warna dan kata merefleksikan diriku yang utuh Mengapa suara itu kuizinkan merasuki jiwaku? Nyatanya, kesendirian adalah damai yang perlu aku rengkuh

Renungan Malam Awal Tahun Hijriah

Sudah satu tahun aku tidak menjejakkan kaki di bumi khatulistiwa, dan sudah hampir 2 tahun aku hidup sebagai diaspora. Jenjang studi strata 2 pun sudah hampir aku selesaikan--tinggal beberapa langkah lagi dan aku akan resmi mendapat gelar master. Pengalaman 2 tahun ini sangat unik; tentu ada baik dan buruknya, manis dan pahitnya. Aku bekerja begitu dekat dengan orang-orang yang memiliki pola pikir yang sangat berbeda denganku. Hal ini membuatku semakin menyadari apa yang menurutku benar dan salah serta baik dan buruk. Aku sangat bersyukur bahwa setidaknya di sini masih ada setidaknya dua orang dekat yang sepakat denganku atas kompas moral pendidikan. Hal yang serupa juga aku peroleh dari pekerjaanku selepas sarjana. Mungkin, jika aku tidak mendapat dukungan dari orang yang sepemikiran denganku, aku akan merasa jauh lebih berat untuk mempertahankan nilai-nilaiku. Sementara tubuh yang tidak terintegrasi; pikiran yang tidak selaras dengan ucapan dan perbuatan, adalah siksaan. Dunia ini me...

Meletakkan Sesuatu pada Tempatnya

Salah satu pelajaran kehidupan yang besar dan masih terus aku pelajari, rasanya, adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Ya, pada dasarnya kita terus diingatkan untuk tidak berbuat "zalim", yaitu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Tindakan ini bisa kita lakukan pada orang lain, makhluk lain, ataupun pada diri sendiri. Ketika kita meminjam alat tulis teman kita, sudah selayaknya kita kembalikan alat tersebut kepada pemiliknya karena di situlah tempatnya. Paku tempatnya di kotak pertukangan dan di tembok, bukan berceceran di jalan; begitu pula mobil dan motor telah disepakati untuk terparkir dengan rapi di dalam garis area parkir. Seorang ibu yang menyiapkan makanan untuk anaknya, sepantasnya meletakkan bahan makanan bergizi di atas piring saji. Seorang hakim, berdasarkan kebijaksanaannya, seharusnya meletakkan pelaku kejahatan pada hukuman yang sepantasnya dan membebaskan seseorang yang dituduh karena di situlah tempat mereka seharusnya berada. Dari beberapa contoh ini...

Suatu Malam di Bus Antar Gurun

Merah. Separuh lingkaran jingga menggantung di angkasa. Bulan bersemayam di balik gunung-gunung batu yang kering dan berpasir. Panas berganti sejuk; tanda musim dingin akan tiba. November menandai bahwa waktuku sudah satu tahun lebih di negeri ini. Hidup, bekerja di laboratorium yang dapat ditempuh dalam kurun waktu 2 jam dari tanah Haram tidak pernah ada dalam rencanaku sebelumnya. Tentu aku penasaran, skenario apa lagi yang Dia siapkan untukku? 2024 akan segera berakhir. Pandemi dan segala mimpi buruk di masa itu akan menjadi sejarah dalam separuh dasawarsa yang lalu. Aku bersyukur bisa melewatinya; aku bersyukur Tuhan melindungiku dari diriku sendiri. Aku. Sosok yang begitu dekat tetapi asing. Hangat dan juga dingin. Kepingan diriku yang tertinggal di memori orang lain, entah seperti apa bentuknya? Bagaimana warnanya? Serpihan aku yang tersapu waktu, terganti apa? Ship of Theseus . *** Ada yang kurindu dari aku. Perjalanan yang panjang, ingin kutempuh secara perlahan. Akan ke mana? ...

Mekar Berduri

Yang kaulihat hanya mekar bunganya Yang tak kau tahu ialah tajam akarnya Serta bebatuan yang ia tembus.      Pernahkah kamu bertanya;      Apakah mawar mengharapkan dirinya berduri? Landak tidak bermimpi menjadi tajam Ia hanya hidup dengannya Demikian halnya manusia      Mampukah kamu memahaminya? Tiap kita memiliki luka Namun yang kaulihat hanya mekar wajahnya

A Great Scientist

What is a great scientist? Honestly, I never thought about this before. When I was on grade 6, I wrote 4 dreams on my elementary school album: scientist, artist, violinist, and comic artist. Back then, I had been playing violin for 2 years, drawing for many years (cannot determine when was the first time because I already drew doodles when I was small), and reading encyclopedias for, I also don't know how many years because I was so lucky that my parents always provide their children a lot of book. I think science is fun and cool, while humans are very difficult to be understood. There was a time when I had an intersession holiday in elementary school; my parents gave me a math book for the next semester/grade. I finishes it before the semester started and I really enjoyed it. I love seeing the plants and animals, both on my encyclopedia and around me. A 10-years-old-me was imagining myself, as an adult, wearing a labcoat and working on some experiments in the lab. Reading books. D...

Lantun

Sebagaimana jiwaku yang telah hancur Disatukan kembali oleh Cahaya yang tak terlihat Aku ingin membangun lagi sekat-sekat yang telah runtuh Setiap manusia punya kesempatan untuk kembali Hidup Hati manusia itu lemah ... Tumbuh adalah naik dan turun Mekar dan meranggas Tertawa dan menangis Melepas dan menerima Pulang Adalah perjalanan singkat Seperti mimpi di sore hari

I Was 12

I was 12 when I saw an empty gaze From a woman in my room I was 12 when I saw a last note Written on the back of my school book I was 12 when I saw an endless crying In the middle of the day when no one's at home I was 12 When I went out to play Looking for someone to say goodbye I searched her everywhere and ended up seeing her in the kitchen She hid something I went out and locked the door  I was 12 When I immediately returned home before playing I searched my key and opened the door I saw a knife on her hand  I was 12 when I held a hand that held a knife I did not know what happened but I said "don't do it" My powerless self hugged her and keep the knife away from us Suddenly tears fell down our faces And the conversation faded in my memory The knife fell down and a promise came out from her lips: "I won't do it."  I was 12 when I lied to my friends They asked me why was I late "I had to go to the toilet."  My 12 self imagined a horrible eve...

C

Saat kamu menangis karena cinta, coba diingat, kenapa kamu mencintainya? Baik. Memang saat ini alasannya belum yang ideal, tetapi bagaimana menurutmu perasaan itu seharusnya diletakkan? Apa yang menurutmu seharusnya mendasari cinta? Cinta, yang datang dari yang Maha Cinta, kupikir idealnya dilandasi atas rasa cinta kepada-Nya. Maka, cinta akan selalu memiliki kompas yang stabil, arah yang tetap, dan wujud yang senantiasa suci. Saat cinta justru terasa memberatkan, mungkin itu saatnya mengalibrasi: apa yang membuatku merasa berat? Apa yang kuharapkan? Apakah yang kuharapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya? Jika jawabannya tidak, maka lepaskanlah kemelekatan itu. Kembalikan pada-Nya dan mohon peliharakan rasa cinta ini di jalan yang tepat. "Tuhan, aku mohon petunjuk, kelapangan hati untuk menerima petunjuk-Mu, dan kekuatan untuk menjalankan petunjuk-Mu. "Semoga kami senantiasa ingat untuk mengalibrasi ulang arah kami secara berkala agar nantinya dapat mencapai tujuan yang sa...