Lis: Awal dengan Ledian
Lis berangkat dengan mata yang berbinar dan hati tak gentar. Ia menyiapkan bekal dengan sebaik-baiknya: buku-buku dan kertas kosong yang bertumpuk, pena yang takkan habis tintanya, botol air, dan semangat baik.
***
Atas petunjuk dari Yosua, gurunya selama 7 tahun terakhir, Lis berangkat untuk perjalanan panjang selanjutnya dengan seorang guru yang baru: Ledian. Berdasarkan cerita Yosua, Ledian telah mengembara di Negeri Barat dan Timur selama puluhan tahun. Kali ini Ledian ingin mencoba mengikuti keingintahuannya untuk menyusuri Negeri Tengah, sehingga ia mengumpulkan beberapa orang sebagai anggota kafilahnya. Mendapat kabar ini, Lis mengirim surat kepada Ledian melalui Yosua agar Ledian mengizinkannya ikut. Lis sangat ingin melihat dunia! Baginya, berpetualang bersama seseorang yang juga memiliki keingintahuan begitu besar adalah sebuah kesempatan yang tak boleh ia lewatkan.
Tak disangka-sangka, Lis tak perlu menunggu lama untuk mendapat balasan dari Ledian. Rupanya Ledian memang ingin membentuk kafilah dengan para pengembara dari Negeri Timur dan Selatan. Lis, yang berasal dari Negeri Timur, mendapat sambutan baik untuk bergabung dengan kafilah Ledian. Setelah berkirim surat selama setengah tahun, Ledian menyampaikan lokasi pertemuan para anggota kafilahnya untuk memulai perjalanan.
Mari bertemu di padang gurun Dirah.
Di antara tiga gunung batu, ada sebuah tenda di samping pohon berduri.
Bawa perbekalan kalian, dan kita akan berangkat dari sana.
Pelajarilah cara mengumpulkan air;
Dan jangan kuatir.
-Ledian
Surat ini membuat Lis antusias dan tak sabar.
Tujuh tahun belajar membaca rasi bintang dan berburu di bawah bimbingan Yosua membuat Lis cukup yakin, meski tetap khawatir, bahwa ia akan mampu mengembara dengan kafilah Ledian.
Dengan hati bersemangat membara, Lis memulai perjalanannya ke padang gurun Dirah.
Comments
Post a Comment