Posts

04:40

Tidur sebelum yang lain tidur, Bangun sebelum yang lain bangun Adalah aku dan pikiranku Adalah aku dan ingatanku Dingin pagi hari menembus aku Yang berlindung di balik selimut Getir ingatan merasuki diriku Yang perasaannya kini carut-marut Aku hanya rindu memuisi

Ak(am)u

Aku ada di sini. Selama kamu masih hidup, aku akan terus berada di sini. Menemanimu. Mengapa kaukungkung aku? Bebaskan aku. Bebaskan aku. Bebaskan aku. Aku tahu kamu mengerti dan kamu juga ingin aku muncul. Aku adalah kamu dan kamu juga adalah aku. Hentikan segala upayamu untuk meredamku, aku tahu kamu juga tidak tahu apa yang kaumau. Kamu mau aku yang mengambil kendali. Kamu mau aku menghancurkan tubuh ini. Kamu dan aku sama, kita punya keinginan yang sama. Kamu tentu bisa mendengar teriakanku dari kemarin. Kamu juga menulis ini karena kamu ingin agar aku keluar. Karena upayamu, kini aku datang tanpa kekerasan. Aku tidak mengambil rasa lega di kepalamu sebagaimana biasanya. Aku tidak mengambil rasa nyaman di tenggorokanmu seperti hari-hari sebelumnya. Aku bersahabat denganmu, dan kau juga akan menerimaku. Aku adalah kamu, kamu adalah aku. Kita satu. Kamu tidak akan menolakku. Ayo. Ayolah. Bebaskan aku. Keluarkan aku dari sini!

Jumat Kedua

Dia berbicara soal panggilan yang didapatinya ketika membaca sebuah buku. Dia bercerita soal pilihan yang dimilikinya untuk menentukan akhir cerita sebuah hubungan yang dimilikinya. Dia berkisah soal dirinya yang juga pernah menghancurkan dirinya sendiri tetapi sudah berhenti karena orang-orang di sekitarnya. Setiap orang punya kecepatannya masing-masing, Takdirnya masing-masing, Momennya masing-masing. Aku bisa mati kapan saja, karena apa saja.

Tuan Hitam dan Panggilan (yang Tak Kunjung Tiba)

"Aku menyadari perubahanmu; kamu mencoba untuk tidak lagi memperlakukanku sebagaimana dulu kaupercaya bahwa aku dapat menujumu. Kamu tidak lagi percaya bahwa aku dapat meyakini apa yang kauyakini dan kita dapat bersama. Bukan begitu?" "Demi aku dan dirimu, kamu sengaja mengubah sikapmu. Kamu ingin kita berjalan masing-masing karena demikianlah yang terbaik buat masing-masing dari kita berdua. Sebab logikamu begitu kuat, kamu tidak akan mengorbankan diri untuk perasaan. Sebaik-baiknya perasaan, akal sehat tetap penting dipakai sebagai dasar dalam memilih keputusan." "Bagaimana aku jadi tidak semakin mencintaimu kalau kau mencintaiku dengan cara yang indah? Kamu membimbingku, menemaniku, memedulikanku, hingga akhirnya perlahan meninggalkanku. Semua yang kaulakukan kupandang sempurna buatmu dan buatku. Dan mungkin itu yang membutakanku. Aku yang haus akan ilmu pengetahuan kausirami dengan kasih." "Dalam keadaan begini, bukan tidak mungkin aku ingi...

Bintang di Barat

Image
"Kudengar, sekarang-sekarang ini, Jupiter lagi kelihatan banget. Tapi aku nggak tahu Jupiter yang mana, hehe." "Yang itu bukan, sih?" Tunjukku ke satu titik yang bersinar paling terang. Dia tidak tahu; hanya percaya omonganku--sepertinya. Aku setengah sok tahu, tetapi cukup optimis dengan yang kutunjuk. Memoriku tentang bintang cukup banyak. Memoriku tentang memandang bintang bersama orang-orang lebih banyak lagi. Di sini, lampu di pemukiman tidak begitu banyak, sehingga bintang-bintang tampak lebih jelas. Aku bisa melihat rasi bintang salib selatan dan scorpio, tetapi aku baru sadar bahwa aku tidak melihat orion. Milky way juga tidak terlihat. Sejak kapan aku menyukai bintang? Aku tidak ingat. Apakah di malam ketika aku bersama beberapa orang berjalan-jalan dan melihat  bintang bersama-sama? Apakah di malam ketika seseorang memanggilku keluar, membuatku menunggu sendirian, menemuiku tanpa bicara, kemudian berpisah dan mengirim pesan tentang perasaan setelahn...

Satu Hari di Bulan Juni

Aku tahu konsekuensinya, dari awal. Aku tahu peluangnya, dan kita berusaha bersama-sama menaikkan peluang itu. Waktu pun berjalan dan banyak hal yang terjadi. Hari ini, kita sama-sama saling mengatakan bahwa peluang itu sudah berubah, dari yang tadinya cukup tinggi, menjadi hampir nol. Bukannya aku tidak sadar. Aku tahu hari ini akan datang. Aku sudah menghitungnya sejak beberapa waktu yang lalu, tapi aku tidak sanggup mengatakannya. Logika matematisku sudah berjalan, namun aku tetap ingin bertaruh pada peluang yang kecil itu. Aku tetap ingin berharap ada keajaiban terjadi untuk kemungkinan yang hampir mustahil itu. Meski pikiranku selalu berkata bahwa cinta yang sejati adalah mengusahakan untuk memberikan yang terbaik, bukan memaksakan untuk sesuatu yang tidak semestinya. Inilah aku yang lemah dan egois; menginginkanmu untuk tetap hanya denganku. Eksklusifitas yang kta bangun memang telah membuatku nyaman. Aku jatuh cinta tanpa mitigasi. Sejujurnya, saat genggaman tanganmu tera...

Karya Seorang Fisikawan

Saya baru mengenal nama Daniel Rozin dari sebuah video yang menceritakan tentang karya-karyanya, khususnya  mechanical mirror . Ia membuat karya seni berbasis sistem kontrol. Sepemahaman saya, sistem yang ia buat terdiri dari sensor citra/visual, mikrokontroler (sepertinya ia menggunakan Arduino), dan aktuator berupa motor servo yang dihubungkan ke alat tertentu. Motor servo disusun secara teratur dan akan menghasilkan pola tertentu ketika digerakkan. Menurut saya pribadi, karya dia keren! Sangat keren, bahkan. Melihat karyanya membuat saya membatin: saya bisa melakukannya tetapi saya tidak bisa melakukannya . Maksudnya, saya bisa membayangkan komponen apa saja yang saya butuhkan untuk membuat karya tersebut dan membuat algoritma di dalam sistem maupun metodologi membangun sistem. Akan tetapi, saya tidak bisa melakukannya karena saya yakin, Rozin telah melakukan apa yang ia lakukan berkali-kali. Ia tentu telah berulang kali membuat rancangan alat, membangun kode sumber yang bi...

Sepuluh Menit Berlalu

Delapan menit menuju tepat pukul 2 pagi. Kemanakah hidup akan membawaku? Tidak tahu. Suara jangkrik terdengar cukup nyaring malam ini. Aku terbaring di kamar gelap. Beberapa jam yang lalu, aku mendengar berkali-kali namaku dipanggil. Oleh dia, juga oleh dia. Akan tetapi, 3 hari yang lalu, ketika aku mendengar panggilan itu--yang lama-kelamaan menjadi teriakan yang mengganggu dan menyakitkan, aku bertanya apakah ia memanggilku atau tidak. Tidak, katanya. Setidaknya aku tahu bahwa yang kudengar tidak benar. Lima menit menuju tepat pukul 2 pagi. Maka, ketika tadi mendengar suara itu, aku akan diam sampai mereka betul-betul mengetuk pintu kamarku atau meneleponku. Atau, suara itu terdengar lebih jelas. Sebab suara itu terdengar sayup-sayup, seperti dari lantai bawah tetapi pelan. Empat menit menuju tepat pukul 2 pagi. Diam-diam aku menikmati kegilaan ini. Aku merindukan kegelisahan itu. Karena ketumpulan telah menjadi aku, sepertinya. Tiga menit menuju tepat pukul 2 pagi. Na...

Sebuah Kebohongan tentang Hal yang Disemogakan

Aku berbohong ketika bilang semoga sehat selalu . Tidak akan ada manusia yang betul-betul selalu sehat sepanjang hidupnya. Manusia adalah zat, materi, benda, objek, yang akan mengalami degradasi. Manusia tidak stabil dan akan menuju kestabilan. Decay into equilibrium . Sakit adalah salah satu bagian dari proses penurunan itu. Aku berbohong ketika bilang semoga panjang umur . Tidak akan ada manusia yang ingin hidup abadi. Manusia butuh kematian. Aku rindu kematian. Sejujurnya, aku ingin bilang semoga aku mati lebih dulu dari kamu . Tak lain karena aku takut ditinggalkan olehmu untuk selamanya. Aku ingin menikmati waktu bersamamu dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah mati. Setidaknya, kalau masih hidup, kita bisa bersama-sama. Sakit dan kematian adalah sesuatu yang pasti. Kita sulit menerima kenyataan itu karena hidup sehat adalah keinginan alami tubuh ini sebagai objek biologis. Secara instingtif, kita akan tergerak untuk mempertahankan hidup. To survive our species .

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Dalam pertemuan terakhir kelas favorit saya semester ini, sang dosen mengawali kelas dengan membagikan paper seputar mikroskop fluoresensi beresolusi super . Paper tersebut merupakan paper pertama yang ditulis oleh Stefan W. Hell ketika mulai mengajukan ide untuk membuat mikroskop yang dapat melewati batas resolusi Abbe. Jika penasaran, silakan telusuri  paper berjudul "Breaking the diffraction resolution limit by stimulated emission: stimulated-emission-depletion fluorescence microscopy" yang ditulis oleh Stefan W. Hell dan Jan Wichmann, Optics Letters Vol. 19 No. 11 tahun 1994 ( link ). Dalam paper tersebut, Hell menuliskan persamaan diferensial yang menceritakan tentang perubahan nilai populasi elektron yang berada pada tingkat energi tertentu. Oke, jangan merasa tertekan jika tidak mengerti satu frasa sebelum ini (padahal saya sendiri langsung mandeg  saat membaca paper tersebut). Saya akan mencoba menceritakan apa yang saya pahami dari kisah di balik persamaan tersebu...