Karya Seorang Fisikawan
Saya baru mengenal nama Daniel Rozin dari sebuah video yang menceritakan tentang karya-karyanya, khususnya mechanical mirror. Ia membuat karya seni berbasis sistem kontrol. Sepemahaman saya, sistem yang ia buat terdiri dari sensor citra/visual, mikrokontroler (sepertinya ia menggunakan Arduino), dan aktuator berupa motor servo yang dihubungkan ke alat tertentu. Motor servo disusun secara teratur dan akan menghasilkan pola tertentu ketika digerakkan.
Menurut saya pribadi, karya dia keren! Sangat keren, bahkan. Melihat karyanya membuat saya membatin: saya bisa melakukannya tetapi saya tidak bisa melakukannya. Maksudnya, saya bisa membayangkan komponen apa saja yang saya butuhkan untuk membuat karya tersebut dan membuat algoritma di dalam sistem maupun metodologi membangun sistem. Akan tetapi, saya tidak bisa melakukannya karena saya yakin, Rozin telah melakukan apa yang ia lakukan berkali-kali. Ia tentu telah berulang kali membuat rancangan alat, membangun kode sumber yang bisa bekerja pada sistem, mengatasi berbagai masalah yang muncul, mengetahui bagaimana bentuk dan warna yang muncul dari putaran objek tertentu sebesar sudut tertentu, dan lain-lain. Hal itu bukan merupakan sesuatu yang mudah dan saya mengagumi sisi ini. Saya belum bisa melakukan hal itu.
Saya pikir, ia tidak mungkin konsisten menghasilkan berbagai instalasi seni jika ia tidak menemukan sisi baik dari berkarya. Entah mengapa, saya pun menduga bahwa ia membuat karya-karya ini bukan untuk orang lain; bukan untuk siapa-siapa melainkan dirinya sendiri. Menurut saya, inilah salah satu hal yang bisa membedakan karya seni dan karya industri: untuk apa dan untuk siapa karya itu dibuat.
Saya jadi ingin segera mencoba membuat karya dengan pengetahuan dan wawasan yang saya miliki. Saya ingin membuat karya yang bisa menjadi media saya untuk menunjukkan kepada orang-orang betapa indah dan luasnya dunia yang saya "lihat" saat ini. Manusia itu sangat terbatas. Manusia hanya bisa melihat gelombang elektromagnetik dalam rentang cahaya tampak dan mendengar gelombang akustik dalam rentang audio. Manusia tidak bisa mengindra medan magnet. Manusia memiliki jendela yang sangat sempit untuk melihat dunia. Nah, bukankah itu hal yang bisa dilakukan oleh fisikawan?
Seorang fisikawan, menurut saya, seharusnya bisa berperan sebagai orang yang membukakan jendela dunia itu dengan lebih lebar. Fisikawan dapat menunjukkan hal-hal yang sangat kecil, sangat jauh, bahasa yang berbeda, suara yang tidak terdengar, bahkan zaman yang berbeda. :)
Seorang fisikawan, menurut saya, seharusnya bisa berperan sebagai orang yang membukakan jendela dunia itu dengan lebih lebar. Fisikawan dapat menunjukkan hal-hal yang sangat kecil, sangat jauh, bahasa yang berbeda, suara yang tidak terdengar, bahkan zaman yang berbeda. :)
Comments
Post a Comment