Posts

Satu Hari di Bulan Juni

Aku tahu konsekuensinya, dari awal. Aku tahu peluangnya, dan kita berusaha bersama-sama menaikkan peluang itu. Waktu pun berjalan dan banyak hal yang terjadi. Hari ini, kita sama-sama saling mengatakan bahwa peluang itu sudah berubah, dari yang tadinya cukup tinggi, menjadi hampir nol. Bukannya aku tidak sadar. Aku tahu hari ini akan datang. Aku sudah menghitungnya sejak beberapa waktu yang lalu, tapi aku tidak sanggup mengatakannya. Logika matematisku sudah berjalan, namun aku tetap ingin bertaruh pada peluang yang kecil itu. Aku tetap ingin berharap ada keajaiban terjadi untuk kemungkinan yang hampir mustahil itu. Meski pikiranku selalu berkata bahwa cinta yang sejati adalah mengusahakan untuk memberikan yang terbaik, bukan memaksakan untuk sesuatu yang tidak semestinya. Inilah aku yang lemah dan egois; menginginkanmu untuk tetap hanya denganku. Eksklusifitas yang kta bangun memang telah membuatku nyaman. Aku jatuh cinta tanpa mitigasi. Sejujurnya, saat genggaman tanganmu tera...

Karya Seorang Fisikawan

Saya baru mengenal nama Daniel Rozin dari sebuah video yang menceritakan tentang karya-karyanya, khususnya  mechanical mirror . Ia membuat karya seni berbasis sistem kontrol. Sepemahaman saya, sistem yang ia buat terdiri dari sensor citra/visual, mikrokontroler (sepertinya ia menggunakan Arduino), dan aktuator berupa motor servo yang dihubungkan ke alat tertentu. Motor servo disusun secara teratur dan akan menghasilkan pola tertentu ketika digerakkan. Menurut saya pribadi, karya dia keren! Sangat keren, bahkan. Melihat karyanya membuat saya membatin: saya bisa melakukannya tetapi saya tidak bisa melakukannya . Maksudnya, saya bisa membayangkan komponen apa saja yang saya butuhkan untuk membuat karya tersebut dan membuat algoritma di dalam sistem maupun metodologi membangun sistem. Akan tetapi, saya tidak bisa melakukannya karena saya yakin, Rozin telah melakukan apa yang ia lakukan berkali-kali. Ia tentu telah berulang kali membuat rancangan alat, membangun kode sumber yang bi...

Sepuluh Menit Berlalu

Delapan menit menuju tepat pukul 2 pagi. Kemanakah hidup akan membawaku? Tidak tahu. Suara jangkrik terdengar cukup nyaring malam ini. Aku terbaring di kamar gelap. Beberapa jam yang lalu, aku mendengar berkali-kali namaku dipanggil. Oleh dia, juga oleh dia. Akan tetapi, 3 hari yang lalu, ketika aku mendengar panggilan itu--yang lama-kelamaan menjadi teriakan yang mengganggu dan menyakitkan, aku bertanya apakah ia memanggilku atau tidak. Tidak, katanya. Setidaknya aku tahu bahwa yang kudengar tidak benar. Lima menit menuju tepat pukul 2 pagi. Maka, ketika tadi mendengar suara itu, aku akan diam sampai mereka betul-betul mengetuk pintu kamarku atau meneleponku. Atau, suara itu terdengar lebih jelas. Sebab suara itu terdengar sayup-sayup, seperti dari lantai bawah tetapi pelan. Empat menit menuju tepat pukul 2 pagi. Diam-diam aku menikmati kegilaan ini. Aku merindukan kegelisahan itu. Karena ketumpulan telah menjadi aku, sepertinya. Tiga menit menuju tepat pukul 2 pagi. Na...

Sebuah Kebohongan tentang Hal yang Disemogakan

Aku berbohong ketika bilang semoga sehat selalu . Tidak akan ada manusia yang betul-betul selalu sehat sepanjang hidupnya. Manusia adalah zat, materi, benda, objek, yang akan mengalami degradasi. Manusia tidak stabil dan akan menuju kestabilan. Decay into equilibrium . Sakit adalah salah satu bagian dari proses penurunan itu. Aku berbohong ketika bilang semoga panjang umur . Tidak akan ada manusia yang ingin hidup abadi. Manusia butuh kematian. Aku rindu kematian. Sejujurnya, aku ingin bilang semoga aku mati lebih dulu dari kamu . Tak lain karena aku takut ditinggalkan olehmu untuk selamanya. Aku ingin menikmati waktu bersamamu dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah mati. Setidaknya, kalau masih hidup, kita bisa bersama-sama. Sakit dan kematian adalah sesuatu yang pasti. Kita sulit menerima kenyataan itu karena hidup sehat adalah keinginan alami tubuh ini sebagai objek biologis. Secara instingtif, kita akan tergerak untuk mempertahankan hidup. To survive our species .

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Dalam pertemuan terakhir kelas favorit saya semester ini, sang dosen mengawali kelas dengan membagikan paper seputar mikroskop fluoresensi beresolusi super . Paper tersebut merupakan paper pertama yang ditulis oleh Stefan W. Hell ketika mulai mengajukan ide untuk membuat mikroskop yang dapat melewati batas resolusi Abbe. Jika penasaran, silakan telusuri  paper berjudul "Breaking the diffraction resolution limit by stimulated emission: stimulated-emission-depletion fluorescence microscopy" yang ditulis oleh Stefan W. Hell dan Jan Wichmann, Optics Letters Vol. 19 No. 11 tahun 1994 ( link ). Dalam paper tersebut, Hell menuliskan persamaan diferensial yang menceritakan tentang perubahan nilai populasi elektron yang berada pada tingkat energi tertentu. Oke, jangan merasa tertekan jika tidak mengerti satu frasa sebelum ini (padahal saya sendiri langsung mandeg  saat membaca paper tersebut). Saya akan mencoba menceritakan apa yang saya pahami dari kisah di balik persamaan tersebu...

Hitam

Apakah aku yang terlalu penuh harap Ketika aku memintamu ada di sini Atau aku yang ingin ada di dekatmu?

Learning is Amazing (2): Fisika

Waktu masih SMP, saya paling suka dengan pelajaran biologi. Buat saya, biologi menarik karena kita dapat mempelajari ilmu alam pada makhluk hidup. Saya lebih mudah membayangkan objek-objek molekuler di dalam tubuh makhluk hidup ketimbang listrik dan gravitasi yang diajarkan di pelajaran fisika. Biologi menjelaskan keanekaragaman hayati dan bagaimana masing-masing makhluk hidup dapat menghidupi dirinya. Selain itu, saya juga menikmati video-video bedah pada tubuh manusia. Organ tubuh dan darah adalah sesuatu yang memukau untuk saya. Oke, mungkin yang terakhir ini terdengar sedikit mengerikan, hahaha. Ketika masuk bangku SMA, saya mencoba mendaftar bimbingan olimpiade biologi di sekolah dengan mengikuti ujian seleksi. Namun, hasil seleksi menunjukkan bahwa saya tidak bisa masuk dalam tim olimpiade biologi. Alih-alih masuk tim biologi, nama saya justru ada di tim kimia. Guru kimia saya (yang memang cukup dekat dengan saya) ingin agar saya ikut tim kimia saja. Ajakan itu saya terima saj...

Learning is Amazing: Belajar Lintas Disiplin

Dalam tulisan sebelumnya tentang beberapa tokoh yang saya kagumi, saya sempat menyelipkan sebuah nama yang tidak begitu saya bahas. Nama itu adalah Hank Green . Saya mengagumi Hank Green karena karya-karya beliau di Youtube, khususnya Crash Course dan SciShow . Video yang pertama kali saya ikuti dari beliau adalah Crash Course Chemistry dan Biology; saat itu saya sedang tertatih-tatih memahami materi kimia dan biologi SMA. Beruntung, saya menemukan video-video tersebut dan saya merasa sangat terbantu. Saya merasa video tersebut dibawakan dengan runtut, analogi-analogi yang sangat sesuai, dan animasi yang membantu berimajinasi. Kendala terbesar saya adalah kecepatan bicara Hank Green yang begitu cepat, tetapi ini tidak begitu menjadi masalah karena di Youtube, saya bisa menghentikan sesaat dan mengulang kembali bagian yang belum saya mengerti. Pertemuan saya dengan video-video Hank Green membawa saya pada pertemuan berikutnya dengan kanal-kanal sains yang lain dan sempat memantik say...

Chamber Angkasa

Bawah Tanah merupakan gua dengan dua entrance , masing-masing terletak di utara dan di selatan. Di dalamnya, ada lorong-lorong yang dapat membawa penjelajahnya menuju chamber-chamber dengan berbagai ukuran dan bentuk ornamen. Ada salah satu chamber yang selama ini kurang diperhatikan oleh Warni sebab ia memang jarang membawa sumber cahaya yang lebih terang untuk mengamati lingkungan sekitar. Belakangan ini, ia kerap membawa seperangkat alat fotografi dan sumber cahaya yang lebih terang untuk memperoleh gambar-gambar yang menarik buatnya. Ia memang berhasil mendapatkan gambar-gambar yang eksotis menurut dirinya, khususnya pada salah satu chamber yang ia namai sebagai Chamber Angkasa. Sebelumnya, ia tidak pernah betul-betul mengeksplorasi dan berdiam diri di sana untuk waktu yang cukup lama. Ketika ia mulai harus melakukan beberapa aktivitas di Bawah Tanah, ia mulai menemukan keindahan dari ornamen dan biota gua khususnya di Chamber Angkasa. Keindahan itulah yang akhirnya membuat Warn...

Tuan

Segala yang candu itu tak baik, Katamu Aku tahu itu Tapi kamu memang sudah menjadi canduku Kupikir hanya aku kepadamu yang jatuh sedemikian dalam Tidak dirimu      yang berusaha menarikku bangkit Tidak dirimu      yang terus melangkah maju dengan tegas Tidak dirimu      yang berdiri tegap di depanku Lagi-lagi, obsesi pada kesempurnaan Menggerogotiku dari dalam