Satu Hari di Bulan Juni
Aku tahu konsekuensinya, dari awal. Aku tahu peluangnya, dan kita berusaha bersama-sama menaikkan peluang itu. Waktu pun berjalan dan banyak hal yang terjadi. Hari ini, kita sama-sama saling mengatakan bahwa peluang itu sudah berubah, dari yang tadinya cukup tinggi, menjadi hampir nol. Bukannya aku tidak sadar. Aku tahu hari ini akan datang. Aku sudah menghitungnya sejak beberapa waktu yang lalu, tapi aku tidak sanggup mengatakannya. Logika matematisku sudah berjalan, namun aku tetap ingin bertaruh pada peluang yang kecil itu. Aku tetap ingin berharap ada keajaiban terjadi untuk kemungkinan yang hampir mustahil itu. Meski pikiranku selalu berkata bahwa cinta yang sejati adalah mengusahakan untuk memberikan yang terbaik, bukan memaksakan untuk sesuatu yang tidak semestinya. Inilah aku yang lemah dan egois; menginginkanmu untuk tetap hanya denganku. Eksklusifitas yang kta bangun memang telah membuatku nyaman. Aku jatuh cinta tanpa mitigasi. Sejujurnya, saat genggaman tanganmu tera...