123, 1234
Jangan menatapku terlalu tinggi. Aku tidak ada di atas sana, yang kaulihat hanya refleksiku. Proyeksi yang aku ciptakan. Aku di bawah sini. Di dalam lubang kelam yang pernah kutinggali sebelum mereka datang menolongku. Saat mereka pergi, aku kembali melompat, jatuh ke dalam lubang dalam. Menikmati pesta pora dalam kegelapan. Kau ada disini. Kau menatap langit, melihat wajahku, seolah-olah aku ada di atas sana--tidak! *** [1] Barangkali ini munafik, seperti yang dia bilang. Aku ingin menipu diri dengan tersenyum di hadapan cermin. Supaya kulihat wajah bahagiaku begitu menyenangkan, walaupun munafik, aku tak peduli. Walau menipu, biarlah! Aku ingin tersenyum dan menari. [2] Barangkali ini munafik, seperti yang dia bilang. Aku ingin jadi orang baik. . . [3] Namun, barangkali tidak ada yang peduli. Tentang kekanakanku ataupun dewasaku. Atau aku yang kurang bersyukur? Karena aku selalu kabur. Lihatlah, bahkan ketika mereka datang, senyum pun tak ...