Kala Sepi Mencekat
Kala sepi mencekat
Apa yang dapat kuperbuat
Hatiku dirubung lalat;
Yang belatungnya menggeliat.
(*)
Barangkali aku sempat
Memekik, meraung, menyayat
Luka dalam yang kudekap erat
Hingga sekarat--
Berkarat.
Bersama sajak yang tengah kubuat,
Aku menunggu surat
Dengan secarik kertas yang terlipat
Dalam amplop yang tertutup rapat
Datang lamat-lamat, bawakan ayat-ayat
(*)
Rindu adalah sepi yang mencekat
Rasa pahit juga sepat
Tambah kopi makin nikmat
Sakau dekatkanku pada kiamat
(*)
Bejat!
--Kauka
Comments
Post a Comment