Posts

Meletakkan Sesuatu pada Tempatnya

Salah satu pelajaran kehidupan yang besar dan masih terus aku pelajari, rasanya, adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Ya, pada dasarnya kita terus diingatkan untuk tidak berbuat "zalim", yaitu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Tindakan ini bisa kita lakukan pada orang lain, makhluk lain, ataupun pada diri sendiri. Ketika kita meminjam alat tulis teman kita, sudah selayaknya kita kembalikan alat tersebut kepada pemiliknya karena di situlah tempatnya. Paku tempatnya di kotak pertukangan dan di tembok, bukan berceceran di jalan; begitu pula mobil dan motor telah disepakati untuk terparkir dengan rapi di dalam garis area parkir. Seorang ibu yang menyiapkan makanan untuk anaknya, sepantasnya meletakkan bahan makanan bergizi di atas piring saji. Seorang hakim, berdasarkan kebijaksanaannya, seharusnya meletakkan pelaku kejahatan pada hukuman yang sepantasnya dan membebaskan seseorang yang dituduh karena di situlah tempat mereka seharusnya berada. Dari beberapa contoh ini...

Suatu Malam di Bus Antar Gurun

Merah. Separuh lingkaran jingga menggantung di angkasa. Bulan bersemayam di balik gunung-gunung batu yang kering dan berpasir. Panas berganti sejuk; tanda musim dingin akan tiba. November menandai bahwa waktuku sudah satu tahun lebih di negeri ini. Hidup, bekerja di laboratorium yang dapat ditempuh dalam kurun waktu 2 jam dari tanah Haram tidak pernah ada dalam rencanaku sebelumnya. Tentu aku penasaran, skenario apa lagi yang Dia siapkan untukku? 2024 akan segera berakhir. Pandemi dan segala mimpi buruk di masa itu akan menjadi sejarah dalam separuh dasawarsa yang lalu. Aku bersyukur bisa melewatinya; aku bersyukur Tuhan melindungiku dari diriku sendiri. Aku. Sosok yang begitu dekat tetapi asing. Hangat dan juga dingin. Kepingan diriku yang tertinggal di memori orang lain, entah seperti apa bentuknya? Bagaimana warnanya? Serpihan aku yang tersapu waktu, terganti apa? Ship of Theseus . *** Ada yang kurindu dari aku. Perjalanan yang panjang, ingin kutempuh secara perlahan. Akan ke mana? ...

Mekar Berduri

Yang kaulihat hanya mekar bunganya Yang tak kau tahu ialah tajam akarnya Serta bebatuan yang ia tembus.      Pernahkah kamu bertanya;      Apakah mawar mengharapkan dirinya berduri? Landak tidak bermimpi menjadi tajam Ia hanya hidup dengannya Demikian halnya manusia      Mampukah kamu memahaminya? Tiap kita memiliki luka Namun yang kaulihat hanya mekar wajahnya

A Great Scientist

What is a great scientist? Honestly, I never thought about this before. When I was on grade 6, I wrote 4 dreams on my elementary school album: scientist, artist, violinist, and comic artist. Back then, I had been playing violin for 2 years, drawing for many years (cannot determine when was the first time because I already drew doodles when I was small), and reading encyclopedias for, I also don't know how many years because I was so lucky that my parents always provide their children a lot of book. I think science is fun and cool, while humans are very difficult to be understood. There was a time when I had an intersession holiday in elementary school; my parents gave me a math book for the next semester/grade. I finishes it before the semester started and I really enjoyed it. I love seeing the plants and animals, both on my encyclopedia and around me. A 10-years-old-me was imagining myself, as an adult, wearing a labcoat and working on some experiments in the lab. Reading books. D...

Lantun

Sebagaimana jiwaku yang telah hancur Disatukan kembali oleh Cahaya yang tak terlihat Aku ingin membangun lagi sekat-sekat yang telah runtuh Setiap manusia punya kesempatan untuk kembali Hidup Hati manusia itu lemah ... Tumbuh adalah naik dan turun Mekar dan meranggas Tertawa dan menangis Melepas dan menerima Pulang Adalah perjalanan singkat Seperti mimpi di sore hari

I Was 12

I was 12 when I saw an empty gaze From a woman in my room I was 12 when I saw a last note Written on the back of my school book I was 12 when I saw an endless crying In the middle of the day when no one's at home I was 12 When I went out to play Looking for someone to say goodbye I searched her everywhere and ended up seeing her in the kitchen She hid something I went out and locked the door  I was 12 When I immediately returned home before playing I searched my key and opened the door I saw a knife on her hand  I was 12 when I held a hand that held a knife I did not know what happened but I said "don't do it" My powerless self hugged her and keep the knife away from us Suddenly tears fell down our faces And the conversation faded in my memory The knife fell down and a promise came out from her lips: "I won't do it."  I was 12 when I lied to my friends They asked me why was I late "I had to go to the toilet."  My 12 self imagined a horrible eve...

C

Saat kamu menangis karena cinta, coba diingat, kenapa kamu mencintainya? Baik. Memang saat ini alasannya belum yang ideal, tetapi bagaimana menurutmu perasaan itu seharusnya diletakkan? Apa yang menurutmu seharusnya mendasari cinta? Cinta, yang datang dari yang Maha Cinta, kupikir idealnya dilandasi atas rasa cinta kepada-Nya. Maka, cinta akan selalu memiliki kompas yang stabil, arah yang tetap, dan wujud yang senantiasa suci. Saat cinta justru terasa memberatkan, mungkin itu saatnya mengalibrasi: apa yang membuatku merasa berat? Apa yang kuharapkan? Apakah yang kuharapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya? Jika jawabannya tidak, maka lepaskanlah kemelekatan itu. Kembalikan pada-Nya dan mohon peliharakan rasa cinta ini di jalan yang tepat. "Tuhan, aku mohon petunjuk, kelapangan hati untuk menerima petunjuk-Mu, dan kekuatan untuk menjalankan petunjuk-Mu. "Semoga kami senantiasa ingat untuk mengalibrasi ulang arah kami secara berkala agar nantinya dapat mencapai tujuan yang sa...

Keywords to the Answer?

Life Entropy The probability of getting super low entropy (initial condition of the universe?), statistical thermodynamics Life keeps its entropy low Universe? Spontaneous process Free energy minimization He didn't play around when He created this world (21:16) I was.. on the right track The oneness is a half Time to learn the second half

Pulang

 Beberapa tahun yang lalu aku pernah bertanya, " Masih adakah jalan untuk pulang? " Hari ini, jawaban itu muncul dengan tegas: "Ada". "Jalan itu ada, selalu ada di sana dan tidak ke mana-mana." "Kamulah yang memutuskan untuk pergi, berjalan jauh, berkeliling, memutar, mencari jalan lain. Sesungguhnya kamu menyakiti dirimu sendiri atas apa yang kamu pilih. "Tapi tidak apa-apa, Kami tahu bahwa memang itulah jalan yang kamu tempuh. Karena kamu baik. Kamu memerlukan perjalanan yang menyakitkan itu, agar dapat mensyukuri petunjuk yang Kami berikan kepadamu untuk pulang. "Pulanglah, dan tidak perlu malu. Orang-orang akan menyambutmu dengan sukacita, Kami akan menyambutmu, hatimu merindukanmu."

Refleksi Manipura

If the entropy of the universe tends to increase and never goes down, How did it come to a very low entropy at the first place? --- What do I really want in my life? --- Semalam, aku mengikuti kelas menulis jurnal dengan berkesadaran penuh. Ada dua buah prompt yang hasilnya cukup bermakna. Pertama : jika kamu hanya punya 3 ruangan di dalam rumah, akan kamu isi apa ruangan tersebut? Apa yang kamu lakukan di sana? Apa dekorasinya, warnanya, baunya, suasananya? Aku mengisi ruangan nomor 3 paling pertama: studio seni. Ruangan tersebut kuisi dengan kanvas, peralatan melukis, kertas, alat jilid, alat cutting, printer, alat tulis, dan lain-lain. Terdapat jendela besar di salah satu sisi ruangan. Di situ aku akan merasa paling kreatif dan energik. Ruangan nomor 2 kuisi berikutnya dengan alat-alat lab. Aku menaruh rak buku, jurnal, meja kerja dengan laptop/PC di atasnya, meja mikroskop, osiloskop, rak komponen, sampel-sampel aneh, intinya apapun terkait penelitian. Di situ aku akan menulis, mem...