Posts

Cerita Merah

Yang membuatku penasaran Garis merah Tetesan merah Yang kuinginkan Meski tidak tahu langkah selanjutnya Aliran deras Dari garis sepanjang ruas jari Mengilap Berkilau Membawa ke dimensi yang berbeda Di mana racau menjadi biasa Dan gelap adalah terang Dan merah adalah putih Bisakah menghentikan

Melamun

I'll take you home Just wanna take you home I'll take you home Just wanna take you home Hujan di akhir Februari Turun menderas, memecah jalanan sunyi Kelabu langit kita amati Dari kursi yang terpisah sendiri-sendiri Tenggelam ke dalam lamunan sebuah perjalanan Tenggelam ke dalam lamunan sebuah perjalanan Ruang dingin ini terasa berbeda Kita menunggu reda Ada perasaan yang tertinggal di dalam bayangan

Tapis

"Sama seperti menulis, mungkin isi pikiranmu sulit kaukeluarkan karena kau terlalu banyak berpikir dan menganalisis." Pikiran dan analisis yang menggunakan nalar adalah tapis. Setiap orang butuh penapis supaya tetap waras, atau kalau katanya, beradaptasi dengan manusia lain di sekelilingnya. Penapis harus tetap ada, baik terhadap arus ke dalam maupun arus keluar. Ini adalah bentuk prinsip reciprocity yang tidak pada tempatnya alias saya cuma ngomong ngawur biar seolah keren. Penapis adalah alat yang menjaga superego seorang manusia. Di sisi lain, penapis adalah rajutan benang yang dipilin dari dalam dan luar diri seseorang. Warna tapis dan tingkat kerapatan lubang-lubangnya ditentukan oleh kondisi internal dan eksternal seseorang. Lalu ketika sakit, tapis itu seperti meronta-ronta karena terkoyak. Yang terbendung meminta keluar. Di sela-sela tapis yang tersisa, alam bawah sadarku menahan diriku untuk melontarkan kata-kata yang tak wajar atau tindakan yang tak lazim, s...

Satelit dan Antena

Kamu adalah satelit dan aku antena Kamu telah dan akan terus mengorbit dunia Menghimpun setiap ilmu setiap hari Membagi kepadaku yang memandangmu dari permukaan bumi Kamu adalah satelit dan aku antena Dengan amat terkontrol, kau jalankan fungsimu Beri manfaat buat mereka yang tak kemana-mana Termasuk aku, yang dalam diam mengikuti jejakmu Kamu adalah satelit dan aku antena Kita dicipta bersama meski terpisah jarak Dan aku percaya bahwa cinta ini selamanya Sebelum sadar pergeseran orbit adalah mutlak (Rancabungur, 2019)

Dèjá Vu (2)

Aku pernah merasa seperti  deja vu , nyatanya perjalanan setahun setelah perasaan itu tidak sama dengan perjalanan setahun dari fenomena yang pertama. Ada yang berubah. Ada yang berbeda. Tentu saja, orangnya berbeda, masanya berbeda, pengetahuan -nya juga berbeda. Tuan Hitam, terima kasih atas satu tahunnya yang luar biasa. Aku masih berusaha agar tidak terus-terusan merasa sedih jika mendengar namamu dan melihat wajahmu. Kali ini, aku merasakannya kembali, tetapi untuk perkara yang berbeda. Bukan soal asmara, melainkan kondisi diri. Setelah jatuh-bangun dalam hampir dua tahun terakhir, saat ini aku berada dalam keadaan yang cukup baik, kurasa. Akan tetapi, dalam keadaan ini, aku justru tidak benar-benar baik-baik saja karena aku melakukan ketidakwajaran--sebagaimana yang pernah aku lakukan dulu ketika kondisiku masih baik-baik saja. Aku merasa seperti mengulang. Aku merasa bahwa dengan ini, kondisiku akan turun lagi, tetapi aku tidak yakin bahwa ceritanya akan sama. Pasti aka...

2019

Tinggal kurang dari 2 bulan lagi, tahun 2019 akan berakhir. Kalau ditanya satu frasa yang bisa mewakilkan satu tahun ini, jawabanku: rumah sakit . Sejak bulan Februari, aku bolak-balik ke rumah sakit. Aku masih ingat betul bagaimana perasaanku setelah keluar dari rumah sakit untuk pertama kalinya. Hancur, sedih, dan rasanya putus asa. Aku menangis di sepanjang jalan pulang dari rumah sakit ke kampus. Hampir seminggu kemudian, aku merasakan efek samping obat yang membuatku akhirnya masuk rumah sakit lagi. Kali itu, aku harus rawat inap di rumah sakit sekitar 3 malam. Setelah itu, aku melakukan kontrol sebanyak 3 kali, hingga aku menyerah dengan dokter yang terakhir. Beberapa bulan setelahnya, aku memutuskan untuk kembali ke rumah sakit karena kondisiku menurun lagi. Sementara itu, aku harus bisa beraktivitas secara normal karena pelaksanaan KKN. Aku ke rumah sakit sekali sebelum KKN. Ketika KKN, aku pergi ke rumah sakit 2 kali. Pulang dari KKN, aku ke rumah sakit 4 kali untuk kontrol...

Ada

Ada banyak yang berubah Tidak semua ditulis dan diucapkan Tertinggal, tanpa makna Berakhir tanpa kata Banyak yang berubah namun tidak ada yang kusadari Namaku hilang tak tersisa Seiring waktu yang menuju berhenti Tidak ada yang perlu diartikan

Celoteh

Saat ini, aku sedang berada dalam masalah. Sebetulnya masalahnya mungkin sepele, tetapi masalah itu menjalar ke mana-mana sehingga aku bingung bagaimana menyelesaikannya. Tidak ada yang mengejarku kecuali asumsiku sendiri tentang waktu. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali aku menghadapi diriku sendiri, berbincang, dan merumuskan penyelesaiannya bersama. Masukan dari luar sudah terlalu banyak memenuhi kepalaku. Kini, aku benar-benar harus menghadapi diriku sendiri. Mau sampai kapan? Aku tidak tahu, aku tidak bisa apa-apa, biarlah Semesta bekerja demikian adanya. Tapi, diriku adalah orang yang sangat sulit. Sulit memutuskan, sulit untuk jujur dan apa adanya. Apakah aku hidup di dalam kepalsuan? - Menurutmu? Kita berdua hidup dalam satu tubuh yang sama. Kita berperan ganda, kadang aku dan kadang dirimu. Kita berpikir di kepala yang sama, bertindak dengan tangan dan kaki yang sama. Tak ada aku dan kau, kita bersama. Hidup dalam peran ganda, sesungguhnya , melelahkan. Tapi mau...

2908

Aku masih hidup.

Kabur

Ada sesuatu yang baru. Aku mengetik tanpa bisa betul-betul membaca kata-kata yang kutuliskan. Terkadang mataku mampu mengatur fokus, tetapi pada sebagian besar waktu, aku tidak dapat melihat dengan jelas. Penglihatan ini mengabur tanpa peduli jarak antara mataku dengan tulisanku. Semula aku berpikir bahwa ini adalah efek samping obat, tetapi kemarin dan hari ini penglihatan ini mengabur tak kenal waktu. Maksudku, bukan hanya setelah aku mengonsumsi obat. Silinder? Aku tidak tahu juga. Yang jadi masalah, mataku yang terhambat, mengapa pikiranku ikut terhambat? Seharusnya aku tetap bisa berpikir dengan lancar, terutama memikirkan solusi dari "permainan" menarik yang telah diberikan oleh seorang role model -ku. Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika telinga tak bisa mendengar dengan baik. Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika mata tak bisa melihat dengan baik. Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika otak tak bisa berpikir dengan baik.