Kabur
Ada sesuatu yang baru.
Aku mengetik tanpa bisa betul-betul membaca kata-kata yang kutuliskan. Terkadang mataku mampu mengatur fokus, tetapi pada sebagian besar waktu, aku tidak dapat melihat dengan jelas. Penglihatan ini mengabur tanpa peduli jarak antara mataku dengan tulisanku.
Semula aku berpikir bahwa ini adalah efek samping obat, tetapi kemarin dan hari ini penglihatan ini mengabur tak kenal waktu. Maksudku, bukan hanya setelah aku mengonsumsi obat.
Silinder? Aku tidak tahu juga.
Yang jadi masalah, mataku yang terhambat, mengapa pikiranku ikut terhambat? Seharusnya aku tetap bisa berpikir dengan lancar, terutama memikirkan solusi dari "permainan" menarik yang telah diberikan oleh seorang role model-ku.
Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika telinga tak bisa mendengar dengan baik.
Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika mata tak bisa melihat dengan baik.
Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika otak tak bisa berpikir dengan baik.
Aku mengetik tanpa bisa betul-betul membaca kata-kata yang kutuliskan. Terkadang mataku mampu mengatur fokus, tetapi pada sebagian besar waktu, aku tidak dapat melihat dengan jelas. Penglihatan ini mengabur tanpa peduli jarak antara mataku dengan tulisanku.
Semula aku berpikir bahwa ini adalah efek samping obat, tetapi kemarin dan hari ini penglihatan ini mengabur tak kenal waktu. Maksudku, bukan hanya setelah aku mengonsumsi obat.
Silinder? Aku tidak tahu juga.
Yang jadi masalah, mataku yang terhambat, mengapa pikiranku ikut terhambat? Seharusnya aku tetap bisa berpikir dengan lancar, terutama memikirkan solusi dari "permainan" menarik yang telah diberikan oleh seorang role model-ku.
Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika telinga tak bisa mendengar dengan baik.
Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika mata tak bisa melihat dengan baik.
Dunia bisa menjadi sangat berubah ketika otak tak bisa berpikir dengan baik.
Comments
Post a Comment