Sebelas (Percakapan)
"Mau minum apa?" Tanya pria itu.
"Teh hangat manis," jawab perempuan itu.
"Tumben, kamu tidak pesan kopi."
"Selama beberapa minggu terakhir, aku selalu minum teh manis hangat setiap hari."
"Wauw... kamu akan diabetes."
"Tidak juga, ah."
"Kemana saja kamu?"
"Di sekitar sini saja, kok. Besok aku baru akan pergi."
"Ke?"
"Ke rutinitas yang biasanya."
"Huh, kukira kamu mau pergi lagi."
"Tebak! Aku punya ide bagus."
"Apa itu?"
"Bunuh diri pada hari ulang tahun."
"Jangan."
"Jangan tidak?"
"Jangan lakukan. Kamu tidak akan melakukannya. Aku yakin itu."
"Yah, memang kecil sekali sih kemungkinannya."
"Tolong bilang peluangnya nol persen."
"Tidak mau."
"Kamu terlalu pengecut untuk melakukan itu."
"Terima kasih atas semangatnya."
"Aku serius. Jangan pikirkan rencanamu tadi."
"Yang kamu lakukan seperti melarang kucing mengeong."
"Kamu bukan kucing."
"Katanya, 'aku berpikir maka aku ada'."
"Kamu bisa mengendalikan pikiranmu."
"Sekarang. Tidak tahu besok hari."
"Kamu bisa melatih diri."
"Aku juga bisa memilih tidak."
"Dasar keras kepala."
"Kamu juga."
"Aku? Mana mungkin!"
"Apa bedanya kamu dengan aku?"
"Aku pemberani."
"Kalau begitu, kamu yang akan membunuhku. Jangan lupa, 11 hari lagi."
"Bodoh! Kamu jangan sembarangan bicara."
"Aku tidak pernah main-main."
"Pernah. Dulu."
"Sekarang tidak lagi."
Comments
Post a Comment