Hantu
Kegelisahan itu datang lagi.
Membakarku dari dalam sampai ke ubun-ubun. Menciptakan keresahan yang tiada jelas sebabnya. Ketidakterimaan diri atas kehidupan bangkit lagi. Racauan tak menentu mengalun merdu dalam kaos di kepalaku.
Ketakutan itu menusukku dari dalam.
Ia melelehkan pikiranku hingga jatuh sebagai air mata. Menutupiku dari terang yang harusnya kukejar untuk kulakukan. Ketakutan itu justru membuatku terus lari dan bersembunyi. Seram. Ia mengejarku.
Monster di tubuhku bangun lagi.
Menggerogotiku tanpa terlihat. Mengisap ketenanganku di hari-hari yang berlalu. Ia menelanku, merasukiku, menguasaiku. Menghancurkanku perlahan-lahan.
Aku tidak ingin bertemu hari esok.
Aku lelah. Letih.
Apa yang aku tunggu?
Aku selalu merebahkan diriku di pelukan orang lain demi melupakan ketakutanku. Nyatanya, kesendirian selalu menarikku ke dalan ketakutan atas hantu kegelisahan yang kerap mengikutiku.
Comments
Post a Comment