Ceracau Kemarauku


Dua tahun terakhir di hidupku telah kucurahkan kepada Pohon. Ia telah menjadi saksi bisu segala kebahagiaan, air mata, kejujuran, kebohongan, cinta, ketakutan, dan berbagai perasaan serta tindakanku selama dua tahun ini.
Kenapa aku ada di sini? Kenapa aku bertahan di sini? Sementara berkali-kali aku jatuh-bangun di bawah Pohon. Sudah tak terhitung berapa kali aku begitu ingin meninggalkan Pohon ini. Namun beginilah nyatanya, aku masih dan justru semakin menyandarkan tubuhku di bawah Pohon.
Aku pernah menganggap Pohon ini adalah tempat yang memabukkan, kenikmatan yang semu. Kini, kupikir Pohon adalah tempatku mempelajari setiap ruas kayu, makna daun jatuh, bagaimana orang datang dan pergi. Apakah aku telah tercuci otak oleh wangi aroma kayunya, oleh manis buahnya, oleh cantik dedaunannya, ataukah memang demikianlah Sang Pohon?
Jika setiap hal terjadi untuk suatu maksud pada ruang-waktu yang spesifik, jika aku ada sebagai suatu peran pada ruang-waktu yang spesifik, lantas apa hikmah dari semua ini? Bagaimanakah aku akan menjadi? Mengapa Energi menggerakkanku di sini?
Untuk menemukan Semestakah?
***
Aku pernah jatuh cinta. Aku pernah takut jatuh cinta. Aku pernah mencoba memulai jatuh cinta. Aku pernah menenggelamkan diriku dalam cinta.
Cinta yang berlebihan bisa membunuh siapa saja. Anak panah yang telah kutancapkan ke punggungnya dan dadaku, aku cuci dari simbah darah. Kuasah ujungnya sedemikian tajam. Kuserahkan kepadamu--dengan naifnya, kurasa. Seolah aku siap tertancap kapan saja. Tanpa sadar, mungkin aku juga tengah menggenggam belatimu.
***
Aku takut.
Duhai, aku bisa jatuh kapan saja.
Aku takut.
Takut ini menyeruak seketika, saat menatap simalakama di genggaman. Kupilih yang manapun, kutinggalkan yang satunya. Semesta, apa benar Kau menyertaiku? Apakah aku belum bisa mendengar suaraMu karena telah lama kumenutup telingaku dari sabdaMu? Bukankah Engkau menungguku memanggilMu?

Comments

Popular posts from this blog

Dèjá Vu (2)

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Mekar Berduri