Tentang Sejarah (Tulisan Random)
Ada berapa banyak orang yang telah Anda temui selama Anda hidup?
Banyak, tentu banyak sekali. Di usia yang hampir menginjak 18 tahun ini, saya sendiri telah bertemu banyak orang dengan berbagai jenis. Walaupun tidak saya pungkiri, masih lebih banyak lagi jenis manusia yang belum pernah saya temui atau bahkan sekadar saya pikirkan.
Akhir-akhir ini saya mulai mendekati ilmu-ilmu sejarah; berawal dari rasa penasaran seorang teman perihal kebudayaan yang berada di suatu wilayah. Hal itu membawa saya untuk mempelajari kebudayaan--dengan batasan "religi"--masyarakat di wilayah itu, sehingga saya juga perlu mempelajari sebagian sejarah yang melatarbelakangi kepercayaan masyarakat tersebut.
Kemudian, dari pengalaman itu sendiri, dalam diri saya muncul pertanyaan-pertanyaan baru. Seperti, sebenarnya sejarah saya sendiri bagaimana? Saya ini orang mana, dari suku apa, ras apa; intinya mengapa saya bisa menjadi suatu entitas dengan nilai historis seperti itu? Selama ini mata saya tertutup akan hal tersebut. Saya menjalani hidup tanpa tahu bagaimana latar belakang diri saya. Dan ini menimbulkan perasaan ingin mencari, menelusuri sejarah kehidupan leluhur saya.
Tetapi daripada itu, saya lebih terhenyak pada ucapan seorang teman baru. "Nakal boleh, tapi bego jangan. Kita tetap harus ngerti sejarah, biar nggak gampang dibodohi."
Saya tidak bermaksud membenarkan keseluruhan perkataannya. Hanya saja, kalimat yang sebagiannya sesuai dengan diri saya membuat saya merasa semakin harus membuka mata pada apa yang telah dan sedang terjadi, terutama di sekitar diri ini. Mengetahui dan memahami sejarah itu penting, karena sebenarnya sejarah berulang.
Kehidupan manusia terus berlanjut, dari generasi ke generasi; manusia lahir hingga mati dalam waktu yang singkat sehingga kehidupan satu generasi dapat dikatakan cukup singkat ketimbang zaman yang berlalu. Dalam waktu yang singkat itu, manusia hanya bisa banyak belajar, sisanya melakukan sedikit hal. Dalam proses belajar dan melakukan sedikit hal itulah, manusia seringkali tersandung oleh lubang-lubang yang sama.
Sebenarnya, permasalahan itu dapat diantisipasi dengan mempelajari sejarah. Dengan mempelajari sejarah, justru kita bisa memahami apa yang terjadi, kemudian memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Namun untuk bangsa ini, lagi-lagi hal ini kembali ke permasalahan yang paling fundamental. Mempelajari sejarah bukan hal yang sulit selama masyarakat berminat untuk belajar. Pertanyaannya, bagaimana minat belajar atau minat baca masyarakat bangsa ini? Sudah berapa banyak buku yang Anda baca?
Ah, terlalu banyak hal-hal menarik di dunia ini. Life is too short to do many things.
--ditulis sebelum lupa
Comments
Post a Comment