Posts

Axoa;fk

I am their biggest disappointment. I am a loser, weirdo, gloomy, egoistic, emotional, terrible, person. I am really bad at speaking up about my opinions, standpoint, and arguments. Because when the surroundings threaten me, I'll get frozen and everything in my mind will only stay in my mind. I've taught to do that for my entire life. "Merasa tidak berdaya" adalah suatu frasa yang ternyata bisa sangat mempengaruhi kondisi seseorang. Orang yang "sehat" dan "bahagia" memiliki perasaan "berdaya". "Yuk, kita bahas, rumah ini mau dibagaimanakan. Ini open discussion ya, jadi kamu ngomong saja apa yang ada di pikiranmu. Kalau menurut saya, gorden itu diganti menjadi kaca saja." "Nggak deh, menurutku lebih baik tetap pakai gorden saja." "Ya... kan rumahnya mau ditata, supaya lebih rapi. Kamu kan juga nanti akan meninggalkan rumah ini." "Ya kalo gitu bilang aja: 'ini rumahku, terserah aku mau diapain', ngg...

Strawberry Fields Forever

Let me take you down Cause I'm going to Strawberry Fields Nothing is real And nothing to get hung about Strawberry Fields forever She said I might be hear that voice because I feel lonely. I refused. But maybe she was right. It started when I was looking on the street. I built my world and lived there for long time. I don't even remember how are they supposed to be.

Side Note

It's been a while since the last time I wrote something in here. There is always a reason behind something, but not every question need to be answered, right? I don't know either why do I write in here again. This place has lost its purpose. I was seeking another place and I've found it. At least for now. Well, I think there is no permanent place to stay with. Life goes on and we're moving around. Pandemic really gives us time to reflect and rethink about the definition of dimension. Who are we? What are our identity? Are we defined by our race, religion, country, sexual orientation, physical appearance, or we just a simple earth species? Then, what makes us different with the other person? Are we even different? I found this phrase: we are not really strangers. Sabbe satta bhavantu sukhitatta.

Déjà Vu (3)

Temanku yang seorang Buddhis pernah bilang kalau ia sebal dengan orang yang mengatakan karma is a bitch . Seolah-olah, karma selalu merupakan balasan atas keburukan. Padahal, karma atau kamma sebetulnya berarti perbuatan. Perbuatan kita saat ini adalah akibat dari perbuatan di masa lalu. Hukum sebab-akibat. Konsekuensi. Setelah merasakan hal yang sama terulang kembali , kini aku punya firasat kuat bahwa aku akan mengalami sesuatu yang sama untuk ketiga kalinya. Entah apakah aku akan mengalaminya, atau sebenarnya aku sedang mengalaminya. Pertanyaan yang terlintas ketika aku merenungi pola ini adalah, "karma apa yang telah kulakukan sehingga pola ini terus berulang?" Dalam acara Seninan empat hari yang lalu, kami membahas topik yang bertajuk "Berwisata ke Dalam Diri". Ternyata, topik ini mengarahkan kami untuk healing our inner child . Ada salah satu pembahasan dalam hal ini yang terkait dengan dua paragraf sebelumnya. Disebutkan bahwa salah satu ciri inner child...

Afirmasi Berani Sendiri

/1/ Afirmasi Aku akan mampu Melewati ini Sendiri Aku akan kuat Menghadapi ini Sendiri Aku akan cukup Pasti bisa cukup Untuk diriku Sendiri ... =============== /2/ Berani Tubuh terintegrasi Kuat melangkah Menjelajahi jagat gede Menyelami jagat cilik Aku adalah sebutir nasi dalam tumpeng Sadar bernapas Selalu waspada Menerima masa depan Menerima masa lalu Aku adalah sekarang yang tak pernah ada =============== /3/ Sendiri ... Karena aku akan menyertai Diriku sendiri Sampai mati

Metaphore

You cannot just destroy something Like make it disappear It's because the conservation law If you don't give any force on it It goes nowhere but in its initial position Because it has inertia You probably don't realize, But it happens for a reason There is always a reaction for every action You can blame But you can't change Universe rules

Kupu-kupu

Seekor kupu-kupu Terbang ke balik daun Untuk berlindung dari Sinar matahari Ketika ia berhenti Manusia hendak menangkap Kupu-kupu terbang lagi Sampai ia hinggap di mahkota bunga Seekor kucing penasaran Hendak mencaplok antenanya Kupu-kupu terbang lagi Sampai ia mendarat di pucuk pohon Angin menghempas keras Badan dan sayapnya yang rapuh Kupu-kupu terbang lagi Sampai malam tiba juga Kupu-kupu beristirahat di jendela Seekor tokek datang kelaparan Belum sempat dijulurkan lidahnya Kupu-kupu terbang lagi Akhirnya ia buat keputusan Kupu-kupu tak akan berhenti terbang Bahkan meski sekadar singgah "Biar saja," katanya Kupu-kupu terbang terus Sampai ditemukan mati kelelahan

Alice in Borderland

Image
Paling tidak sekitar 7-8 tahun yang lalu, aku mulai mengenal manga yang berjudul Alice in Borderland (Imawa No Kuni No Arisu). Manga ini muncul di dalam Shonen Star , majalah komik Indonesia yang terbit rutin sebulan sekali dan sempat dua bulan sekali. Waktu itu, aku begitu menikmati cerita ini, namun sayangnya Shonen Star berhenti terbit. Akhirnya aku mulai mencari manga ini di internet, melanjutkan membacanya, hingga akhirnya aku berhenti karena waktu itu Alice in Borderland belum tamat. Alice in Borderland Kemarin, aku membahas manga dan anime Jepang dengan dia. Ia menyarankanku untuk menonton anime Attack on Titan, tetapi justru aku ingat bahwa aku belum selesai membaca Alice in Borderland. Kucari informasi tentangnya, ternyata serial itu sudah lama tamat. Akhirnya aku memutuskan untuk membacanya lagi dari awal. Tidak sampai 24 jam, aku menyelesaikan manga yang berjumlah 64 bab ini. Perlu diketahui, meski hanya 64 bab, Alice in Borderland memiliki banyak sekali side stor...

Metta

Manusia itu pembelajar seumur hidup. Manusia bisa belajar dari pengalaman orang lain, misalnya dengan membaca atau mendengar cerita hidup orang lain. Tetapi pada akhirnya manusia akan belajar dari tindakan yang dilakukannya sendiri. Dalam proses pembelajaran, manusia akan melakukan trial and error . Tidak mungkin ada proses yang berjalan selalu mulus, lancar, dan langsung mencapai tujuannya--inilah yang biasanya dikatakan oleh banyak orang. Nyatanya, ini adalah realitas yang masih sulit saya terima. Saya terbiasa berada di lingkungan yang sempurna. Apapun yang saya inginkan, saya akan memperjuangkannya sampai keinginan itu tercapai. Akhirnya saya jarang bertemu dengan kegagalan. Akibatnya, saya jadi kurang bisa mengatasi diri sendiri ketika menemui kegagalan. Yang bisa saya lakukan (dan selama ini saya lakukan) adalah tindakan preventif: menurunkan ekspektasi serendah-rendahnya. Dengan demikian, saya tidak akan kecewa dengan pencapaian saya. Masalah mengatasi kegagalan ini bukan...

Menunggu Mengakhiri

A E F#m E Pada setiap sore D A Bm E Kupetik gitar di halaman A E F#m E Bernyanyi untuk rumput piaraan D E A Bersama kicau burung liar Kadang aku menari Bersama pohon tertiup angin Atau dengan rintik hujan Ke kanan dan ke kiri A E F#m A Mereka bilang ini normal yang baru Bm E Kubilang ini yang kurindu A E F#m A Menikmati sepi sendiri D Dm E Menunggu kapan aku berani A Mengakhiri Gerimis baru saja berhenti Suara kucing terdengar lagi Rindu ini masih mendelik Akankah terjawab sunyi