Satu Dekade
Barangkali, caraku memandang masa depan memang seringkali kelabu. Dan aku baru menyadari bahwa aku memandang masa lalu dengan sesuatu yang lebih...
Sepuluh tahun yang lalu, aku masih tidur di atas kasur tingkat--lebih dekat dengan langit-langit daripada lantai. Masa itu adalah masa-masa yang berkilau dalam ingatanku. Resah dan harap adalah kombinasi perasaan yang begitu berharga.
Mungkin aku terdengar seperti orang tua, tetapi aku rindu pada masa ketika aku tidak memiliki akses yang luas pada dunia digital, dan teman-teman di sekitarku juga sama. Aku menikmati waktu ketika aku bosan, aku bisa datang menemui sahabat-sahabatku. Entah itu hanya untuk mengobrol, bermain gitar dan bernyanyi bersama, meniup gelembung, atau melakukan "kelucuan" remaja lainnya. Saat hari libur dan asrama sepi karena banyak teman-teman pulang ke rumah masing-masing, kami yang bertahan di asrama rasanya bersedia melakukan apapun untuk membunuh waktu. Siaran "radio". Upacara ala-ala. Bahkan mencuci sambil mengobrol bersama merupakan kegiatan yang aku rindukan. Saat itu aku, dan mungkin teman-temanku juga, bisa mengidentifikasi siapa yang datang ke kamar mandi hanya dari suara sandalnya, jamnya, dan sedikit dehemnya.
Pada masa itu, duduk di bawah pohon rindang sambil membicarakan masa depan yang gamang rasanya resah, tetapi penuh harap.
Buatku, masa SMA adalah transisi dari kota yang kecil sebelum menghadapi dunia yang lebih luas lagi. Masa itu adalah masa penuh kontemplasi dalam damaiku, karena tujuanku masih menjadi bintang yang terasa semakin mendekat.
Ketika bintang itu dalam genggaman,
Ternyata tubuhku ikut ditarik jauh,
Jauh dari bumi.
Aku senang bisa melihat bumi dengan lebih luas lagi. Tapi, pada waktu yang sama, aku tidak tahu--akan kemanakah lagi?
Berharap pada apa lagi?
Mimpiku mati, atau mungkin dorman, setelah "cita-citaku" tercapai sepuluh tahun yang lalu. Sejak saat itu, aku merasa hidup hanya dari hari ke hari. Hidup setengah mati karena aku tidak tahu ingin ke mana. Akan ke mana.
Atau barangkali aku terlalu takut.
Aku ingin mengharapkan sesuatu yang bisa aku capai.
Aku ingin apa?
Aku ingin memberi kebaikan.
Seperti apa?
Entah... aku ingin membantu orang sepertiku. Di masa lalu atau masa kini.
Aku ingin.. dunia berhenti berputar sejenak.
Aku lelah. Dunia berputar terlalu cepat. Informasi mengalir terlalu deras.
Teman yang jauh terasa tergapai begitu mudah, namun pada saat yang sama, kedalaman itu begitu berbeda.
Aku ingin jadi orang baik.
Comments
Post a Comment