Menulis Esai

Esai merupakan sebuah teks yang berisi tentang opini penulisnya terhadap sebuah topik. Pada umumnya, struktur esai terdiri dari pendahuluan, isi atau pembahasan, serta kesimpulan. Bagian pendahuluan berisi tentang latar belakang atau deskripsi umum yang mengantarkan pembaca untuk memahami isu yang sedang dibahas dan apa pandangan penulisnya terhadap isu tersebut. Bagian isi atau pembahasan berisi tentang argumen-argumen yang mendukung opini penulis terhadap isu yang dibahas. Kemudian, bagian kesimpulan berisi tentang intisari esai tersebut sekaligus penutup.

Di dalam dunia akademik, esai merupakan salah satu subjek yang memiliki peran penting. Pada umumnya, penulisan esai diajarkan di sekolah ataupun universitas. Pada sejumlah tes kemampuan bahasa, misalnya TOEFL IBT dan IELTS, menulis esai menjadi salah satu bahan untuk menguji kemampuan menulis pesertanya. Penulisan esai juga kerap kali menjadi persyaratan untuk seleksi beasiswa atau lamaran pekerjaan.

Sebetulnya kita dapat mempertanyakan, mengapa perlu menyampaikan pendapat melalui menulis esai? Mengapa kemampuan menulis esai menjadi sepenting itu, khususnya di dunia akademik? Manusia bisa saling berbincang untuk memahami pemikiran satu sama lain, lantas mengapa kita perlu melatih diri untuk menuliskan pemikiran kita dalam bentuk esai?

Ada beberapa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Yang pertama, menulis esai dapat melatih penulisnya untuk berpikir secara kritis dan komprehensif. Sebelum menulis esai, penulis perlu menetapkan pandangannya terhadap topik yang akan dibawakan. Saat menetapkan pandangan, secara sadar ataupun tidak sadar, penulis memiliki alasan-alasan mengapa ia berpandangan demikian. Alasan-alasan inilah yang kemudian disusun sebagai argumen pendukung di bagian isi esai. Ketika menyusun argumen, penulis akan mengkritisi dirinya sendiri, apakah argumen ini sudah tepat dan logis? Apakah ada argumen ini bisa dibantah, atau masih ada argumen lain yang bisa mendukung pandangan ini? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat membuat penulis menjadi lebih kritis dan memandang pemikirannya dari berbagai aspek.

Kedua, menulis esai dapat melatih penulisnya untuk mengemukakan pendapat secara terstruktur. Ada perbedaan ketika menyampaikan pendapat secara lisan dan tertulis. Saat pendapat disampaikan secara lisan, pendengar dapat terbantu oleh intonasi, cara bicara, atau bahkan gestur tubuh sang pembicara. Namun, saat pendapat disampaikan secara tertulis, penulis hanya bisa mengandalkan kejelasan kata-kata, ketepatan penggunaan tanda baca, dan alur narasi. Kalimat yang tidak efektif, termasuk akibat dari alur narasi yang tidak sistematis, akan membuat pembaca kesulitan memahami opini yang disampaikan di dalam sebuah esai. Selain itu, penulis esai memiliki kesempatan untuk membaca ulang pemikirannya dan memperbaiki kata-katanya, tidak seperti ketika menyampaikan pemikiran secara lisan.

Ketiga, menulis esai dapat sekaligus menjadi wahana dokumentasi pemikiran. Pendapat atau pemikiran yang dituangkan ke dalam esai lebih mudah disimpan dan didistribusikan. Esai yang disimpan bisa digunakan sebagai refleksi diri untuk melihat perkembangan pemikiran dari masa ke masa. Hal ini berguna untuk semakin memahami diri sendiri dan bagaimana lingkungan telah mempengaruhi kita sebagai penulis. Esai yang didistribusikan secara bijaksana juga bisa membuka wawasan dan menjadi pembelajaran untuk orang lain.

Pada akhirnya, kemampuan menulis esai tidak hanya mendukung orang-orang untuk memenuhi kebutuhan akademik atau pekerjaan, tetapi juga dalam hal pengembangan diri. Menulis esai bisa melatih penulisnya untuk berpikir secara kritis dan komprehensif, merapikan pemikiran dan menyampaikan pendapat secara jelas, serta menjadi sarana untuk merefleksikan diri. Dengan memahami berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari menulis esai, mudah-mudahan kita bisa lebih tergerak untuk membiasakan diri menulis esai. Mulailah dari topik yang telah kita pahami. Nantinya, kita dapat melebarkan wawasan dengan menulis pandangan terhadap topik yang belum kita pelajari sebelumnya. Menulislah saat ini agar manfaatnya dapat kita panen di masa mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Dèjá Vu (2)

Karena Thanos Tidak Belajar Persamaan Diferensial

Mekar Berduri