Maaf Cintaku, Kata Iwan Fals
Sekitar empat tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih mendekam di asrama dan tengah berstatus pelajar kelas dua SMA, guru Bahasa Indonesia saya memperdengarkan suatu lagu dan kami disuruh menuliskan interpretasi kami terhadap lagu tersebut. Lagu itu berjudul "Maaf Cintaku", karya Iwan Fals pada tahun 1988. Tahun ketika ibu saya mulai berkuliah.
Pada saat itu, saya sama sekali tidak menangkap maksudnya. Dengan lirik "tidak lazim" seperti itu, saya yang masih lebih bocah dari saat ini berpikir: lagu macam apa ini? Lelaki macam apa yang menyanyikan lagu ini untuk pacarnya?
Empat tahun setelahnya, baru saya mulai merasakan bahwa lagu ini... romantis. Tidak lazim memang, karena menurut saya, lagu ini hanya akan dinyanyikan oleh pasangan yang telah sampai pada keadaan tertentu. Keadaan macam apa yang saya maksud?
Begini, pertama-tama saya ingin menuliskan potongan-potongan lirik lagu tersebut dan apa yang saya tangkap darinya. Sebagai catatan, tulisan ini murni buah pemikiran saya yang terbatas, jadi jangan dipercaya, hehe.
Lagu ini diawali dengan lirik yang mengutarakan pendapat Sang Lelaki (sudut pandang orang pertama) tentang fisik Perempuannya.
"Ingin kuludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantikIngin kucongkel keluar indah matamu
Agar engkau tahu memang indah matamu"
Bagian inilah yang saya sebut tidak lazim. Saya pikir, Sang Lelaki berkata demikian dengan maksud ia benar-benar menganggap Perempuannya sangat cantik. Meskipun meludahi muka dan mencongkel mata merupakan hal sadis yang menyakiti, saya pikir itu hanya ungkapan hiperbola dari Sang Lelaki yang gemas pada Perempuannya saking cantiknya.
Selanjutnya adalah sisa penggalan liriknya. Saya tidak menuliskannya persis sesuai urutan lagunya; bagian pengulangan tidak saya tuliskan.
"Harus kuakui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamuNamun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu
Mengertilah
Perempuanku
Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh
Maaf cintaku
Aku menggurui kamu
Maaf cintaku
Aku nasehati kamu"
Aku nasehati kamu"
Lirik tentang anggapan Perempuannya begitu cantik oleh Sang Lelaki dilanjutkan dengan ungkapan dari Sang Lelaki bahwa ia begitu pengecut atau takut untuk mencium atau meraba Perempuannya. Ia mengatakan bahwa dirinya hanya berani untuk mengatakan cintanya. Artinya, Sang Lelaki benar mencintai Perempuannya, tetapi baginya, membuktikan cinta bukan dengan cara melakukan aktivitas yang melibatkan kontak fisik atau bahkan menjurus ke seks. Kalimat inilah yang menurut saya romantis; saya pikir Sang Lelaki tulus mencintai Perempuannya dan tidak ingin membuat Perempuannya menjadi telah disentuh oleh Sang Lelaki yang belum tentu akan menjadi suami atau pasangan seumur hidupnya.
Perihal Sang Lelaki yang belum tentu menjadi suami Perempuannya saya tangkap dari kalimat jalan masih teramat jauh. Saya pikir, hubungan mereka memang belum mencapai kesepakatan untuk bersama sampai akhir sehingga kata "bersama selamanya" masih sangat jauh, meragukan, dan belum tentu adanya.
Kata berlabuh saya tangkap sebagai pernikahan, dan dayung yang terkayuh adalah langkah mereka berdua untuk mengembangkan diri dan hubungan mereka supaya dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan. Di samping itu, Sang Lelaki berulang kali meminta Perempuannya untuk mengerti serta meminta maaf telah menasihati atau menggurui Perempuannya. Entah benar atau tidak, tetapi saya rasa ini karena Perempuannya-lah yang sebenarnya menginginkan ciuman dan rabaan yang tadi disebutkan di awal. Sang Lelaki tidak menginginkan itu dan menyampaikan pemikirannya, lalu mencoba berusaha membuat Perempuannya maklum dan mengerti dengan cara yang seperti menggurui atau menasihati--cara yang mungkin kurang mengenakkan karena dirasa merendahkan.
Saya akan menyimpulkan dengan menceritakan pemahaman saya terhadap lagu ini dari awal.
Ada pasangan yang masih berpacaran dan belum menikah; Perempuannya ingin Sang Lelaki mencium dan merabanya sebagai wujud cinta mereka. Namun, Sang Lelaki menolak dengan cara menyanyikan lagu ini. Lagu yang mengungkapkan betapa cantiknya Perempuannya, sungguh Sang Lelaki mencintainya tetapi ia tidak ingin menyentuh Perempuannya. Hubungan fisik bukanlah bukti cinta yang tepat bagi Sang Lelaki--kata-kata masih lebih memungkinkan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana mereka saling mendukung dalam melakukan langkah-langkah yang lebih konkrit untuk melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya: pernikahan.
Demikianlah pemahaman saya tentang lagu ini, jangan dipercaya, barangkali saya salah. Hehe. Semoga kalian yang mendengarkan lagu ini dapat memetik hikmahnya.
Comments
Post a Comment