Ceracau Dini Hari
Sudah sebegini menyedihkannya-kah diriku?
Sampai-sampai mengemis penghargaan.
Maksudku, salahkah jika aku berharap ada orang yang amat menunggu kehadiranku, senang dengan keberadaanku, dan merasa terbantu jika ada aku di situ?
Masih adakah aku di sela-sela hati kalian?
Tahukah bahwa hatiku benar-benar terketuk ketika ada yang berkata bahwa ia tak sabar bertemu denganku; sebab ia menungguku karena kalimat-kalimatku terngiang di kepalanya?
Tahukah bahwa aku amat tersentuh setiap kali membaca surat-surat yang merindukan keberadaanku waktu itu?
Masih adakah yang menganggapku berharga?
Saat aku sendiri pun tak dapat menghargai diriku sendiri. Karena pertikaian internal yang tak kunjung usai, membuatku lelah lalu abai dan terkulai.
Apakah ini memang dasarnya manusia? Ingin memberi sesuatu pada yang lain demi memenuhi ego pribadi. Kontribusi. Sumbangsih. Jasa. Bantuan. Apapun tetek bengek lainnya yang sebangsanya. Benarkah memang demikian? Jika iya, menyedihkankah ini atau wajarkah ini?
Apakah aku ingin pengakuan?
Atau penghargaan?
Apakah bertanya langsung memang lebih bijak ketimbang berspekulasi dengan asumsi?
Namun, siapkah aku dengan jawabannya?
Comments
Post a Comment