Dendam
Aku bisa merasakan cakaran kuku jemari tanganku di lenganku. Juga goresan gunting dan jarum pentul yang kuambil dari tempat pensilku. Aku bisa melihat kulit yang memerah, tetapi tidak darah. Kemanakah darah merah yang alirannya menggemaskan itu? Mengapa ia tak kunjung keluar?
Sementara aku masih takut melukai lebih dalam lantaran khawatir merasa sakit.
Aku hanya ingin melihat darah. Darah. Darah. Kemudian merasakan sambil menghirup aroma besinya.
Aku bisa merasakan getaran di kepalaku saat aku membenturkannya ke dinding dan ke lantai. Tetapi suara keras itu menghentikanku dari tindakanku. Bum. Bum.
Mati. Mari. Mari mati.
Mati. Mari. Mari mati.
Comments
Post a Comment