Laporan Kegiatan Bulan Ramadhan (3)
Semua berlalu begitu cepat.
Ya, tanpa terasa hari berlalu begitu
cepat dan tibalah kita pada bulan Syawal. Alhamdulillah,
bagi saya libur selama bulan Ramadhan ini lebih mendekatkan diri saya dengan
keluarga dan cukup banyak me-refresh
otak saya dari kepenatan sekolah selama ini, walaupun sekolah sendiri punya
banyak warna yang menyenangkan.
Sejak di Yogyakarta, saya banyak
menghabiskan waktu bersama keluarga. Kami berjalan-jalan ke tempat-tempat
wisata yang telah saya tulis dalam artikel sebelumnya. Ada satu tempat wisata
yang belum sempat saya tulis, yaitu Dieng Plateu.
Dieng dapat disebut pegunungan, tetapi
juga dapat disebut plateu (dataran tinggi) karena lokasinya yang berada di
ketinggian +2300 m dpl dengan tekanan udara yang lebih rendah dan suhu
yang mencapai 10-15oC. Saat malam atau dini hari, nafas pun bisa
menjadi putih. Maka, jangan sampai lupa membawa jaket jika Anda hendak
berwisata kesini. Kami mengendarai kendaraan pribadi, dan di sekeliling banyak
sekali tanaman-tanaman dataran tinggi yang jarang ditemui seperti bunga
terompet.
Kami bermalam di sebuah hotel yang satu
kamarnya cukup untuk lima orang. Tak lupa saya cicipi mie ongklok, kuliner khas
Wonosobo serta carica, semacam pepaya mini yang menjadi buah khas Dieng. Pagi
harinya, usai melaksanakan shalat shubuh, kami melaju ke puncak Sikunir untuk
melihat pemandangan sunrise yang
konon paling indah se-Asia. Namun sayangnya, akses jalan yang sulit dan jarak
pandang yang tak jauh akibat kabut pagi yang tebal menyulitkan perjalanan kami
sehingga kami tak sempat melihat pemandangan sunrise. Tetapi, tempat yang dijuluki “Negeri di Atas Awan” ini tetap spektakuler untuk dinikmati
panoramanya dan dijadikan tempat hunting
foto.
Setelah itu, kami menuju objek wisata
Telaga Warna. Rupanya tak hanya Telaga Warna, dalam satu lingkungan objek
wisata ini terdapat pula Telaga Pengilon, Batu Semar, Gua Jaran, Gua Sumur, Gua
Pengantin, dan Gua Semar. Disebut Telaga Warna karena danau yang terbentuk atas
letusan gunung ini memiliki 5 warna berbeda akibat belerang dan sinar. Telaga
Warna dijadikan salah satu tempat untuk upacara ruwatan. Anak-anak yang berambut gimbal, rambutnya dipotong untuk
ditenggelamkan di danau ini dalam upacara tersebut untuk dikembalikan kepada
Nyi Kidul. Anda bisa mengetahui kisah asal-usul dan legenda dibalik objek-objek
wisata tadi dengan membayar Rp30.000,00 kepada tour guide yang ada.
Ada juga objek wisata kompleks candi
Arjuna dan museum. Candi-candi dalam kompleks candi Arjuna sengaja dibangun di dataran
tinggi, sebab menurut kepercayaan orang-orang pada zaman itu, semakin tinggi
maka semakin dekat dengan Tuhan (dewa). Oleh sebab itulah tempat ini disebut
Dieng, yang terdiri dari kata di dan hyang (Tuhan).
Masih banyak objek-objek wisata yang tak
kalah menarik dari Dieng Plateu, namun sayang waktu tak mengizinkan saya waktu
itu.
Setelah berwisata ke Dieng, saya pun
berbelanja oleh-oleh di pertokoan Malioboro. Disini Anda dapat membeli berbagai
macam oleh-oleh dan souvenir seperti
gantungan kunci, gelang, kalung, tas, dompet, pin, dan lain-lain secara
grosiran. Disini juga tersedia barang-barang tiruan merk-merk ternama dengan
harga jauh lebih murah dibanding aslinya karena memang kualitasnya juga tak
sebagus merk aslinya. Banyak juga pedagang yang membeli barang-barang disini
untuk dijual lagi di toko mereka.
Ketika malam sebelum lebaran, saya
memutuskan untuk ikut takbiran di sekitar rumah kakek saya. Namun ternyata saya
sudah ketinggalan rombongan yang takbiran keliling. Empat tahun yang lalu
ketika saya lebaran disini, amat banyak diorama dari sterofoam dengan berbagai tema seperti masjid, ka’bah, bahkan isra
mi’raj. Tetapi tahun ini desainer diorama tersebut sudah meninggal, jadi hanya
satu diorama yang dibuat, yaitu diorama dengan tema Save Palestine. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkeliling
takbiran sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina. Beberapa malah
berbusana seperti prajurit jihad yang membawa senapan. Dan seperti biasa,
takbiran diakhiri dengan bakar-bakaran. Maksudnya, bakar-bakaran kembang api
dan petasan. He he he...
Ramadhan dan lebaran tahun ini sangat
berkesan bagi saya. Apalagi libur panjang yang sangat tumben diberikan oleh
sekolah, serta izin Allah sehingga saya dapat berkumpul bersama keluarga. Saya
tidak tahu sampai kapan saya bisa berkumpul bersama keluarga lagi. Kepada pihak
sekolah yang memberi libur panjang, terima kasih. Terima kasih banyak. Tetapi
mohon kejelasan untuk maksud dari “tugas project”
angkatan 17 yang berbeda dari kakak angkatan 16 yang mendapat “tugas research project”. Saya dan teman-teman
tidak mengerti maksudnya. Sehingga saya hanya membuat esai dan artikel. Mohon
diterima.
Dan terima kasih sebesar-besarnya kepada
Allah SWT atas nafas yang telah diberi kepada saya sampai hari ini.
Comments
Post a Comment